Lokal News

Tokoh Masyarakat Adat Rumah Betang Ensaid Panjang di Sintang Jadi Korban Laka Lantas

Foto: BNPB Kalbar

Berita Sintang, PONTIANAK INFORMASI – Salah satu tokoh masyarakat yang juga merupakan Tetua Adat yang mendiami Rumah Betang Ensaid Panjang di Kecamatan Kelam Permai, Sintang, Kalimantan Barat, Hermanus Bintang menjadi korban kecelakaan lalu lintas dan meninggal dunia, di jalan Raya Sintang-Kapuas Hulu, tepatnya Desa Samak, Kecamatan Dedai, pada Selasa, (26/04/2022).

Kapolsek Kelam Permai, Iptu Eko Supriyanto mengatakan kecelakaan terjadi sekitar pukul 10.30, setelah mendapatkan informasi peristiwa Laka Lantas 3 anggota Polsek Kelam Permai mendatangi lokasi kejadian.

“Setelah petugas mendatangi TKP diketahui bahwa peristiwa kecelakaan tersebut terjadi antara sepeda yang dikendarai oleh Hermanus Bintang, warga desa Ensaid Panjang, kecamatan Kelam Permai dengan pengendara yang diduga pengemudi truck berwarna kuning,” katanya.

Menurut informasi saksi Hermanus berkendara satu arah dengan truk. Kecelakaan terjadi, diduga motor yang dikendarai Hermanus tersenggol truk.

“Pengendara sepeda motor tersebut tersenggol pada saat di salip oleh pengendara Truck tersebut sehingga pengendara sepeda motor terjatuh.

Kemudian pengendara sepeda motor dilarikan ke Puskesmas Kelam Permai dan telah dinyatakan meninggal oleh pihak Puskesmas,” kata Eko.

Saat ini kejadian tersebut sudah dilaporkan serta ditangani oleh Sat Lantas Polres Sintang guna proses selanjutny

Kepergian Bintang tidak hanya meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat adat yang tinggal di rumah betang Ensaid Panjang, tapi juga para fotografer yang ada di Kalimantan Barat. Diketahui almarhum orang yang ramah, dan sering menjadi narasumber jika ada kegiatan dokumenter ataupun penelitian yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat adat khususnya di Betang Ensaid.

Hal ini dirasakan oleh salah satu Fotografer Kalbar Viktor Fidelis Sentosa, yang diabadikanya melalui postingan snapgram di Instagramnya pada Selasa (26/04/2022).

“Pertemuan terakhir saya dengan beliau di bulan Oktober tahun lalu disambut pelukan hangat dari beliau. Permintaan dari saya, untuk bekana (tradisi sastra lisan suku dayak desa) pun disanggupi oleh beliau, dan menjadi persembahan terakhir beliau untuk saya. Selamat jalan, Pak Bintang. Semoga arwahmu tenang disisi Petara (tuhan), Amin,” sampainya. (ja)

Tags