Melki Sedek Huang
Mantan Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI), Melki Sedek Huang, menyoroti maraknya aksi demonstrasi yang dinilainya tidak berangkat dari keresahan publik yang nyata. Ia menilai, dalam beberapa tahun terakhir, fenomena demonstrasi yang dilakukan oleh sekelompok pemuda yang mengatasnamakan mahasiswa patut dicurigai memiliki kepentingan tertentu.
“Beberapa tahun terakhir, Jakarta dan berbagai kota di Indonesia seringkali diramaikan dengan sekelompok pemuda mengaku mahasiswa yang dicurigai menerima orderan/pesanan untuk melakukan demonstrasi agar menjatuhkan pihak-pihak tertentu, termasuk demonstrasi di depan DPP PDI Perjuangan yang sasarannya adalah Ketua Komisi V, Lasarus, kemarin,” ujar Melki dalam pernyataannya.
Meski demikian, Melki menegaskan bahwa kebebasan berekspresi merupakan hak konstitusional yang dijamin undang-undang. Menurutnya, mahasiswa memang memiliki peran sosial untuk bersuara bersama rakyat, namun ekspresi tersebut harus berangkat dari persoalan yang nyata dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Kebebasan berekspresi sah dijamin konstitusi dan undang-undang, dan mahasiswa pun punya tugas sosial untuk bersuara bersama rakyat dan kaumnya. Tapi ekspresi ini harus lahir dari keresahan yang konkret, yang betul-betul dirasakan publik, dan yang menyuarakan kebenaran. Sehingga nantinya bisa ditelisik fakta dan datanya secara baik untuk jadi kebijakan dan tindakan yang bermanfaat,” jelasnya.
Terkait isu yang menyeret nama Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, Melki menilai pengaitan tersebut tidak tepat. Ia menyebut, beberapa kasus yang dikaitkan sudah memiliki kekuatan hukum tetap, sementara sebagian lainnya bahkan belum pernah dibahas di parlemen.
“Mengaitkan Lasarus dengan kasus DJKA maupun BSPS tentu kurang tepat. Kasus-kasus tersebut ada yang sudah inkracht secara hukum dan ada juga yang memang belum dibahas sama sekali di parlemen. Ini pun tindakan mobilisasi trial by mob yang sangat buruk dalam penegakan hukum, tidak boleh terjadi,” tegas Melki.
Ia pun menduga aksi demonstrasi yang tidak berbasis data dan fakta tersebut memiliki tujuan tertentu, yakni merusak reputasi Lasarus yang selama ini dikenal memberikan kontribusi positif bagi Kalimantan Barat.
“Besar kemungkinan tindakan demonstrasi tak berdasar ini memang berniatan untuk menjatuhkan reputasi Lasarus, yang selama ini berhasil menjadi putra Kalbar yang memberi dampak baik bagi masyarakat Kalbar,” pungkasnya.
