MPR Desak Pemerintah Bertindak Cepat Bebaskan WNI yang Ditahan Israel di Misi Kemanusiaan Gaza. CNN Indonesia
Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR RI) menerima perwakilan Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) untuk membahas penangkapan lima delegasi Indonesia oleh Israel dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotila (GSF) menuju Gaza, Palestina, di perairan Mediterania.
Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid mengecam tindakan Israel tersebut dan menilai peristiwa ini merupakan pelanggaran hukum internasional yang bukan kali pertama terjadi. Ia meminta pemerintah Indonesia bergerak cepat untuk memastikan pembebasan para WNI yang ditahan.
“Kami mendorong agar pemerintah berlaku secepat mungkin untuk menegakkan kedaulatan Indonesia,” ujar Hidayat Nur Wahid dalam pertemuan tersebut.
Ia juga menyoroti peran Indonesia saat ini sebagai Ketua Dewan HAM PBB, sehingga menurutnya pemerintah perlu menunjukkan sikap tegas dalam merespons kasus tersebut.
Sementara itu, Dewan Pengarah GPCI Global Peace Convoy Indonesia, Ahmad Juwaini, menyampaikan bahwa total delegasi Indonesia dalam misi Global Sumud Flotilla 2026 mencapai sembilan orang. Lima di antaranya dilaporkan hilang kontak setelah kapal mereka dicegat militer Israel, sementara empat lainnya masih berada di sekitar perairan Mediterania.
Juwaini juga menyebut secara keseluruhan terdapat ratusan aktivis kemanusiaan dari berbagai negara yang ikut ditahan dalam operasi tersebut, yang terjadi saat rombongan kapal menuju Gaza di wilayah Palestine dan dicegat oleh militer Israel.
MPR berharap pemerintah dapat segera membuka komunikasi diplomatik melalui berbagai jalur, termasuk langsung kepada Presiden RI Prabowo Subianto, untuk mempercepat proses pembebasan para WNI, terutama karena sebagian di antaranya merupakan jurnalis.
MPR menegaskan bahwa situasi penahanan ini harus segera ditangani karena menyangkut keselamatan warga negara Indonesia serta pelanggaran terhadap prinsip-prinsip kemanusiaan internasional.
