(Foto: Reuters Connect/Sam Navarro)
PONTIANAK INFORMASI, Sports – Pemerintah Arab Saudi secara tegas menolak rencana Lionel Messi untuk bergabung sementara di Liga Pro Saudi sebelum Piala Dunia 2026, sebuah langkah yang mencorong setelah adanya upaya dari pihak klub dan agen untuk merekrut sang megabintang. Penolakan ini dikonfirmasi oleh berbagai media, termasuk BolaSport dan Detik, yang mengutip pernyataan dari Abdullah Hammad, CEO Mahd Sports Academy, sebagai juru bicara utama.
Menurut laporan yang dilansir dari BolaSport dan media lain, langkah ini diambil pemerintah Arab Saudi sebagai bagian dari strategi menjaga citra dan integritas kompetisi. Mereka menegaskan bahwa liga lokal tidak difungsikan sebagai tempat persiapan jangka pendek pemain top dunia untuk turnamen internasional, termasuk Piala Dunia. Hal ini sejalan dengan visi jangka panjang pengembangan sepak bola nasional agar berorientasi pada prestasi dan keberlanjutan, bukan sebagai klub tambahan bagi pemain yang ingin menjaga kebugaran sementara.
Lebih jauh, alasan tersebut juga terkait dengan citra dan reputasi Liga Pro Saudi yang terus dipoles dengan kedatangan pemain terkenal seperti Cristiano Ronaldo dan Neymar. Menteri Olahraga Arab Saudi secara tegas menegaskan bahwa liga tersebut tidak diadakan sebagai arena latihan bagi pemain internasional untuk tujuan persiapan semata, melainkan sebagai kompetisi profesional dan pembangunan sepak bola lokal.
Keputusan penolakan ini juga berkaitan dengan citra global dan diplomasi olahraga Arab Saudi yang ingin menunjukkan bahwa liga mereka bersifat serius dan berorientasi pada prestasi jangka panjang. Meski kedatangan Messi atau pemain bintang lainnya mampu menaikkan pamor liga dalam waktu singkat, otoritas setempat tampaknya enggan mengambil risiko memperburuk citra sebagai kompetisi yang hanya bersifat sementara dan tidak berfokus pada pengembangan pemain lokal.
Sementara itu, penolakan ini menimbulkan perhatian besar dari penggemar dan pemain internasional yang sebelumnya mengharapkan kemudahan bergabung di Liga Saudi. Messi sendiri diketahui ingin memanfaatkan jeda selama MLS untuk mempertahankan kebugaran dan kesiapan jelang Piala Dunia 2026, namun tampaknya langkah tersebut harus mencari solusi lain karena penolakan resmi dari pemerintah.
Dengan adanya penolakan ini, situasi menjadi jelas bahwa Arab Saudi tetap berpegang pada prinsip memperkuat pengembangan sepak bola nasional dan tidak mengindahkan tawaran singkat yang berpotensi mengaburkan fokus jangka panjang mereka. Meskipun demikian, langkah ini bisa berdampak pada upaya menarik bintang internasional lainnya yang lebih sesuai dengan visi dan misi kompetisi di negara tersebut.
Secara umum, langkah pemerintah Arab Saudi menegaskan bahwa mereka lebih memilih menjaga reputasi dan keprofesionalan kompetisi lokal, serta memastikan bahwa liga akan tetap berorientasi pada pembangunan jangka panjang dan tidak semata-mata mengikuti nafsu kedatangan pemain terkenal. Keputusan ini menunjukkan bahwa mereka ingin mengubah citra Liga Pro Saudi menjadi kompetisi bergengsi dan berkelanjutan, bukan proyek sesaat yang hanya mengandalkan instan celebrity pemain.
