Foto: REUTERS/Phil Noble
PONTIANAK INFORMASI, Sports – Manchester United harus menelan kekalahan mengejutkan 0-1 di kandang sendiri saat menjamu Everton pada pertandingan Liga Inggris, meski Everton harus bermain dengan 10 orang sejak menit ke-13 setelah Idrissa Gueye mendapat kartu merah karena memukul rekannya sendiri Michael Keane. Kekalahan ini mengakhiri rentetan lima pertandingan tanpa kekalahan MU di bawah asuhan pelatih baru mereka Rub Amorim, sekaligus menandai kemenangan langka Everton di Old Trafford setelah lebih dari satu dekade.
Gol tunggal pertandingan dicetak oleh Kiernan Dewsbury-Hall melalui tembakan jarak jauh dari luar kotak penalti pada menit ke-29 yang tak mampu dihalau kiper David de Gea. Menariknya, gol itu tercipta saat Everton dalam kondisi kekurangan satu pemain sehingga menunjukkan performa bertahan mereka yang kuat serta serangan balik efektif. David Moyes, pelatih Everton yang baru meraih kemenangan pertamanya di Old Trafford sebagai manajer tamu, menyatakan kebahagiaannya atas hasil ini.
Manchester United sebenarnya berpeluang menguasai pertandingan mengingat keunggulan pemain sejak menit ke-13, namun mereka tampil sangat lemah dan kehilangan koordinasi tim. Bruno Fernandes dan rekan-rekannya kesulitan menciptakan peluang berarti dan sering kali umpan panjang Fernandes ke lini depan tidak membuahkan hasil. Penampilan MU mirip dengan tim yang bermain dengan satu pemain lebih sedikit, meski pada kenyataannya mereka unggul jumlah pemain.
Everton yang tertinggal jumlah pemain justru mampu mengendalikan permainan melalui disiplin defensif dan sejumlah serangan balik cepat oleh pemain seperti Mbeumo dan Mount. Beberapa peluang sempat mereka ciptakan, meski tidak berbuah gol lebih dari satu. Pergantian taktik dan pemain yang dilakukan pelatih MU, seperti memasukkan Kobbie Mainoo dan Dalot, tak mampu mengubah keadaan secara signifikan.
Memasuki babak kedua, MU beberapa kali mengancam gawang Everton, salah satunya sundulan Zirkzee yang masih bisa dibendung kiper Pickford, namun peluang-peluang itu gagal menjadi gol penyama kedudukan. Permainan United terkesan kurang agresif dan tidak bersemangat menghadapi situasi yang sulit, hal ini menjadi sorotan utama media setelah pertandingan.
Everton akhirnya berhasil menjaga keunggulan hingga peluit akhir. Kemenangan ini menjadi yang pertama bagi mereka di Old Trafford dalam hampir 12 tahun, sekaligus memberi pukulan berat bagi ambisi MU di Liga Inggris musim ini. Moyes menyebut hasil ini sebagai pembalasan atas usaha keras timnya dan motivasi besar untuk melanjutkan performa positif ke depan.
Laga ini menegaskan bahwa meski MU memiliki kualitas individu lebih baik, mental dan kedisiplinan Everton di lapangan menjadi penentu hasil akhir yang mengejutkan di markas Setan Merah. Pertandingan ini membuka diskusi tentang konsistensi permainan MU dalam menghadapi tim yang underdog sekalipun.
