Foto: AP
PONTIANAK INFORMASI, Sports – Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) resmi menjatuhkan sanksi berat kepada tujuh pemain timnas Malaysia dan Federasi Sepak Bola Malaysia (FAM) atas dugaan pemalsuan dokumen dalam proses naturalisasi. Dalam pengumuman resmi pada akhir September 2025, FIFA memutuskan tujuh pemain tersebut dilarang bertanding di seluruh kompetisi sepak bola selama 12 bulan, sekaligus mengenakan denda kepada FAM sebesar 350.000 franc Swiss atau setara Rp7 miliar lebih.
Para pemain yang terkena sanksi adalah Gabriel Felipe Arrocha, Facundo Tomás Garcés, Rodrigo Julián Holgado, Imanol Javier Machuca, João Vitor Brandão Figueiredo, Jon Irazábal Iraurgui, dan Hector Alejandro Hevel Serrano. Selain larangan bermain, masing-masing juga didenda 2.000 franc Swiss atau sekitar 42 juta rupiah. Kasus ini bermula dari laporan ketidakabsahan dokumen saat Malaysia menang 4-0 atas Vietnam dalam Kualifikasi Piala Asia 2027, Juni 2025. Komite Disiplin FIFA melakukan investigasi dan menemukan adanya manipulasi dokumen agar para pemain bisa diturunkan dalam pertandingan tersebut.
FAM menyatakan akan mengajukan banding atas keputusan FIFA. Dalam pernyataan resmi, FAM menegaskan bahwa mereka telah bertindak sesuai aturan FIFA dan semua prosedur dilakukan secara transparan. “FAM ingin menekankan bahwa para pemain dan FAM sendiri telah bertindak dengan itikad baik serta transparan sepanjang proses ini. Bahkan, sebelumnya FIFA sudah meninjau dan mengonfirmasi kelayakan para pemain untuk membela Malaysia,” demikian pernyataan FAM yang dilansir dari Kuala Lumpur.
Sanksi ini menjadi pukulan telak bagi sepak bola Malaysia, terutama karena tim nasional saat ini memimpin klasemen grup kualifikasi Piala Asia 2027 dengan raihan enam poin dari dua pertandingan. Namun, posisi tersebut berpotensi berubah apabila FIFA menjatuhkan sanksi tambahan atau hasil pertandingan dibatalkan karena penggunaan pemain ilegal. Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) menegaskan bahwa polemik status kelayakan pemain naturalisasi Malaysia sepenuhnya berada di bawah kewenangan FIFA.
Dampak sanksi ini juga terasa pada ranking FIFA Malaysia, yang diprediksi akan terjun bebas akibat pembatalan hasil pertandingan yang melibatkan pemain yang terbukti tidak sah. Selain itu, Sekretaris Jenderal FAM, Datuk Noor Azman Rahman, juga mendapatkan hukuman skorsing sebagai buntut dari skandal ini. Sepak bola Malaysia kini berada dalam masa kritis, dengan fokus utama pada upaya banding dan perbaikan sistem administrasi pemain naturalisasi.
