Pep Guardiola (Foto : X.COM/DAZN_ES)
PONTIANAK INFORMASI, Sports – Manchester City harus mengakhiri perjalanan mereka lebih awal di Piala Dunia Antarklub 2025 setelah kalah dramatis 3-4 dari klub Arab Saudi, Al Hilal, di babak 16 besar yang berlangsung di Camping World Stadium, Orlando, Selasa (1/7/2025). Kekalahan ini menjadi pukulan berat bagi The Citizens yang sebelumnya tampil gemilang dengan meraih kemenangan telak 5-2 atas Juventus di fase grup.
Meski mendominasi permainan di babak pertama, Manchester City gagal mempertahankan keunggulan setelah dua gol cepat Al Hilal di babak kedua mengubah jalannya pertandingan. City sempat bangkit dan menyamakan skor, namun akhirnya harus menyerah di babak perpanjangan waktu. Pelatih Pep Guardiola mengakui bahwa timnya memiliki banyak peluang, namun gagal memanfaatkannya. “Kami punya banyak peluang, tetapi gagal memanfaatkannya. Ini pelajaran berharga,” ujarnya dalam wawancara dengan DAZN.
Kekalahan ini juga menimbulkan sinyal kuat dari Guardiola bahwa akan ada perubahan besar dalam skuadnya. Beberapa pemain besar seperti Kyle Walker, Kalvin Phillips, dan Jack Grealish tidak dibawa ke Amerika Serikat untuk turnamen ini, yang mengindikasikan masa depan mereka di Etihad Stadium mulai diragukan. Guardiola menegaskan, “Kami punya skuad yang terlalu besar. Ada banyak pemain berbakat yang sayangnya tidak bisa dapat menit bermain. Kami akan lihat apa yang terjadi selanjutnya”. Dengan Premier League yang akan dimulai dalam enam minggu, City memiliki waktu untuk melakukan perombakan dan penyesuaian tim. Meskipun sudah mendatangkan empat pemain baru, Guardiola tampaknya masih ingin memangkas jumlah pemain agar skuad lebih efisien.
Selain persiapan transfer, kegagalan di Piala Dunia Antarklub ini juga memberikan kesempatan bagi para pemain untuk beristirahat dan memulihkan kondisi fisik serta mental sebelum menghadapi musim baru. Guardiola menegaskan, “Kami butuh istirahat, lalu fokus lagi. Premier League adalah target berikutnya”. Pelatih asal Spanyol ini juga menyatakan bahwa turnamen ini hanya berlangsung setiap empat tahun sekali dan timnya sudah menunjukkan performa yang baik, meskipun hasil akhirnya mengecewakan. Ia menambahkan, “Kami ingin sekali melanjutkannya. Ini hanya terjadi empat tahun sekali, dan kami merasa bahwa tim ini bermain dengan baik”.
Sebelum tersingkir, Manchester City memang menunjukkan performa luar biasa di fase grup dengan meraih kemenangan sempurna dalam tiga pertandingan, mencetak 13 gol dan hanya kebobolan dua kali. Namun, langkah mereka harus terhenti oleh Al Hilal yang kini melaju ke babak perempat final untuk menghadapi wakil Brasil, Fluminense.
Kegagalan ini sekaligus mengakhiri rekor sempurna Guardiola di Piala Dunia Antarklub dan menegaskan bahwa musim 2024/2025 menjadi musim tanpa gelar bagi Manchester City. Guardiola sebelumnya sempat mengeluhkan jadwal turnamen yang digelar saat musim panas, yang seharusnya menjadi waktu istirahat para pemain, dan menyebutnya sebagai potensi bencana bagi timnya.
Publik sepak bola kini menantikan langkah-langkah berikutnya dari Manchester City dalam bursa transfer dan bagaimana Guardiola akan membangun kembali timnya agar lebih kompetitif di musim mendatang. Jawaban atas siapa yang akan bertahan dan siapa yang akan pergi akan segera terungkap dalam waktu dekat.
