Kesehatan Kuliner Tips dan Trik

Hujan Enaknya Makan Apa? Berikut Rekomendasi 7 Makanan Sehat dan Hangat saat Musim Hujan

Hujan Enaknya Makan Apa
Ilustrasi makana sehat dan hangat saat musim hujan, Foto: CNN Indonesia

Tips dan Trik – Musim hujan tiba, siapkan makanan di rumah; musim hujan enaknya makan apa ya? Perlu diketahui bahwa musim hujan seringkali membuat imun tubuh manusia menurun akibat bakteri/virus yang mudah dan menyebar saat lingkungan lembab.

Ibarat pepatah, sedia payung sebelum hujan. Jangan sampai jatuh sakit ya! Nah, untuk mengantisipasi menurunnya kekebalan tubuh saat musim hujan, konsumsilah makanan yang sehat dan hangat.

Secara fisiologis, seperti dilansir dari news.com, makan dapat menghangatkan tubuh karena terjadi sedikit peningkatan metabolisme. Terlebih di saat musim hujan ini, nafsu makan seringkali meningkat, tubuh butuh kehangatan.

Hujan Enaknya Makan Apa ya?

Saat hendak memilih menu makanan, jangan asal pilih ya, jangan asal kenyang, tapi pertimbangkan juga menu makanan yang sehat dan bernutrusi, serta dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Agar kita tetap sehat dan bugar selama musim hujan.

Hujan enaknya makan apa? Merangkum dari berbagai sumber, berikut rekomendasi 7 makanan sehat dan hangat saat musim hujan:

1. Sup Ayam

Sup ayam hangat sangat cocok untuk dikonsumsi saat musim hujan. Selain hangat makanan hangat ini juga sehat karena masuk dalam kategori Comfort Food, yakni olahan makanan tradisional yang mengandung asupan cairan dan nutrisi.

Sup Ayam dipercaya kaya akan vitamin dan protein lantaran banyaknya sayuran dan suwiran ayam yang juga dihidangkan dalam sup tersebut.

Kemudian, bawang putih yang merupakan bumbu utama dalam membuat sup ayam mengandung filonutrien yang mampu memperkuat imunitas, mengurangi kelelahan, dan mencegah tubuh dari serangan demam dan flu, mengurangi masalah pencernaan, bahkan mengatasi peradangan atau iritasi pada saluran lambung.

“Bawang putih juga dapat membersihkan masalah usus seperti disentri dan diare dengan menghancurkan bakteri berbahaya tetapi tidak merusak bakteri baik di usus.” Dikutip dari Artikel CNN Indonesia yang mengupas tentang makanan sehat dan hangat saat musim hujan.

Melansir dari Klikdokter, manfaat lainnya dari bawang putih adalah dapat menjaga kesehatan jantung dan mengurangi risiko kanker paru-paru. Sehingga mengonsumsi sup ayam yang masih hangat bisa memberikan efek langsung menghangatkan tubuh dan melegakan pernapasan.

2. Capcay

Cap cai atau capcay merupakan tumisan aneka seafood yang berasal dari China dan kini merakyat di Indonesia. Situs Alodokter menyebut, Capcay merupakan salah satu makanan sehat yang kaya akan nutrisi penting bagi tubuh.

Sebab, capcay pada umumnya dibuat dari berbagai jenis sayuran segar, yang dicampur dengan udang dan bumbu seperti bawang putih, saus tiram, cabai, dan lain sebagainya.” Mengutip Alodokter.

Sehingga selain rasanya yang enak, capcay termasuk kategori makanan bergizi karena terdapat berbagai macam sayuran di hidangannya.

Berdasarkan resep umumnya, ada wortel, kembang kol, caisim, jagung muda, kacang kapri, brokoli yang dihidangkan dalam satu porsi capcay. Sayuran-sayuran tersebut kaya nutrisi seperti serat, protein, vitamin, asam folat namun rendah kalori yang sangat bagus untuk menjaga kesehatan tubuh serta terhindar dari penyakit dan obesitas. 

3. Sup Labu 

Sup labu menyehatkan dan menghangatkan tubuh, cocok dikonsumsi saat musim huhab. Diketahui bahwa labu kaya akan vitamin A dan antioksidan seperti litein dan karoten.

Kandungan serat yang tinggi pada labu dapat membantu perut kita kenyang lebih lama.

4. Soto Ayam

Soto menjadi rekomendasi makanan berkuah yang nikmat disantap saat hujan. Pada umumnya, soto ayam dimasak menggunakan kunyit dan jahe.

Diketahui bahwa jahen dapat menghangatkan tubuh dari dalam dan menstimulus produksi keringat. Terlebih, jahe memiliki kandungan antiinflamasi dan antibakteri yang membantu mengatasi hidung tersumbat, mual, pilek, dan demam.

Serupa, kandungan curcumin dalam kunyit membantu meningkatkan resistensi sel terhadap kerusakan, infeksi, dan peradangan. Karenanya, seporsi soto hangat menjadi hidangan ideal yang disantap ketika musim hujan.

5. Rawon

Orang Jawa bilang, ada soto, pasti ada rawon. Makanan khas dari Jawa Timur ini merupakan sejenis sup daging dengan kuah hitam pekat. Warna hitam kuahnya berasal dari kluwek atau pucung. Kluwek merupakan biji yang berasal dari tanaman kepayang.

Kluwek memberikan cita rasa dan aroma masakan yang sedap dan gurih.

Nah di balik pekat warnanya, kluwek mengandung zat besi dan vitamin C yang mampu menjaga vitalitas. Vitamin C dikenal sebagai sumber antioksidan yang bisa meningkatkan daya tahan supaya tubuh tidak rentan sakit dan terserang virus.

Ditambah lagi, kluwek memiliki sifat antiseptik dan tanin alias zat antimikroba yang ampuh untuk menyehatkan sistem pencernaan dan menawar racun.

6. Sayur Asem

Sayur asem adalah sejenis sop sayur dengan kuah asam. Makanan khas dari Jawa Barat ini dibuat dari berbagai macam sayur, di antaranya labu siam, daun dan biji melinjo, jagung, nangka muda, kacang panjang, dan kacang merah.

“Asam, sebagai bahan utama pembuat rasa asam pada kuah membantu melancarkan pencernaan dan menuntaskan sembelit, sehingga dipercaya bisa menurunkan berat badan. Sama halnya dengan sayur labu siam yang kaya serat, makanan ini juga membantu melancarkan pencernaan dan membantu membuat perut lebih cepat kenyang tanpa khawatir kelebihan berat badan karena minim kalori.” Mengutip CNN Indonesia.

7. Mi Godog (Mie Jawa)

Mi godog atau yang akrab dikenal dengan Mie Jawa ini berasal dari Jawa Tengah. Dalam bahasa Indonesia Mie Godog adalah mi rebus.

Tak heran mengapa Mie Godog selalu direkomendasikan saat musim hujan, karena makanan ini selalu dihidangkan panas-panas sehingga cocok sekali dinikmati ketika cuaca sedang dingin maupun hujan.

Adapun perbedaan Mie Godog dengan mie kuah lainnya ialah, Mie Godog dimasak dengan campuran berbagai rempah-rempah. Selain itu, Mie Godog juga disajikan dengan sayur seperti kubis, sawi hijau, tomat, serta suwiran ayam kampung rebus. Sehingga lebih sehat dibanding mi instan yang mengandung banyak lemak jenuh serta tinggi garam dan MSG.

Menurut CNN Indonesia, agar tidak hilang nutrisinya dan kalori tetap terjaga, disarankan untuk memasaknya sendiri dan mengurangi penggunaan minyak juga garam.

Tags