PIFA, Lokal – Sebanyak 1.220 tenaga honorer di lingkungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat (Pemprov Kalbar) resmi dilantik menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Prosesi Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan tersebut berlangsung di Gedung Garuda, Kantor Gubernur Kalbar, pada Selasa (1/7/2025).
Dari jumlah tersebut, 190 orang berasal dari tenaga pendidik (guru), 10 orang dari tenaga kesehatan, dan 1.020 orang merupakan tenaga teknis. Mereka merupakan pelamar yang lulus seleksi tahap I untuk formasi tahun 2024.
Pelantikan dilakukan langsung oleh Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan. Dalam arahannya, Norsan menekankan honorer yang dilantik P3K untuk melayani masyarakat dengan sebaik-baiknya dan ikhlas.
“Bapak dan ibu diangkat sebagai ASN tujuannya untuk mengabdi kepada masyarakt, kita ingin adalah layani masuarakat. Layanilah masyarakat dnegan sebaik-baiknya dnegan ikhlas. Begitu berangkat kerja, ingatkan dalam hati bahwa berangkat kerja untuk masyarakat
Terkait gaji perdana bagi para PPPK yang baru dilantik, Gubernur menjelaskan bahwa idealnya akan mulai dibayarkan pada bulan Juli 2025, namun proses administrasi yang sedang berjalan memungkinkan adanya keterlambatan.
“Seharusnya gaji dibayarkan bulan Juli. Namun, jika ada keterlambatan karena proses administrasi, kemungkinan akan dibayarkan pada awal Agustus secara rapel. Jadi, tidak perlu bertanya lagi kapan gaji akan keluar,” jelasnya.
Salah satu honorer yang dilantik, Awang Suriadi, mengungkapkan rasa haru dan syukurnya setelah menanti selama 20 tahun untuk bisa diangkat sebagai PPPK.
Ia bekerja di Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Kalbar, dan menjadi bagian dari 59 orang di dinas tersebut yang resmi dilantik hari ini.
“Kita merasa bangga dan terharu. Sudah menanti selama 20 tahun, hari ini dilantik menjadi pegawai P3K. Rasa gelisah selama 20 tahun akhirnya terbayar dengan masa pengabdian,”
Awang sendiri saat ini berusia 45 tahun dan pertama kali menjadi tenaga honorer pada tahun 2005. Menurutnya, proses panjang yang telah dilalui menjadi bukti bahwa kerja keras dan kesetiaan dalam pengabdian pada akhirnya akan membuahkan hasil.
“Saya honorer itu saat usia 25 tahun, lumayan lama. Di dinas Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura bagian administrasi. Tugas kita melayani petani di berbagai wilayah di Kalbar,”
Soal gaji perdana yang kemungkinan akan terlambat dibayarkan karena ada masalah administrasi, Ia menyebut, bukanlah persoalan besar bagi dirinya dan rekan-rekannya.
“Kalau kita mengikut aja, kalau rapel pada bulan Agustus, kita tidak akan protes, mengikut arus jak. Kita selalu bersyukur, biar dibayar pada bulan Agustus, dirapel dan tidak ada masalah buat kami,” tukasnya.
