PONTIANAK INFORMASI – Delapan korban jatuhnya Helikopter PK-CFX di kawasan hutan Kabupaten Sekadau, Kalimantan Barat, berhasil dievakuasi oleh tim SAR gabungan. Dari seluruh korban, tujuh di antaranya merupakan warga negara Indonesia (WNI) dan satu lainnya warga negara asing (WNA).
Helikopter naas tersebut diawaki oleh pilot Capt. Marindra Wibowo bersama engineer Harun Arasyid, serta membawa enam penumpang yang merupakan bagian dari KPN Corp (PT Karunia Prima Nastari).
Adapun daftar penumpang yang menjadi korban yakni Patrick, warga negara Malaysia yang diketahui menjabat sebagai CEO KPN Corp, kemudian Viktor T., Charles L., Joko C., Fauzie O., dan Sugito.
Seluruh korban telah berhasil dievakuasi dari lokasi jatuhnya helikopter di wilayah hutan Kabupaten Sekadau. Proses evakuasi dilakukan dengan melibatkan Helikopter Caracal milik TNI AU.
Jenazah para korban kemudian diterbangkan menuju Kalimantan Barat melalui Bandara Supadio, dan tiba di RSUD Bhayangkara Polda Kalbar sekitar pukul 10.30 WIB untuk proses identifikasi lebih lanjut.
Kabiddokkes Polda Kalbar Kombes Pol drg. Subur menyampaikan bahwa seluruh korban telah berada di ruang jenazah dan menjalani proses identifikasi oleh tim forensik.
“Sejauh ini proses berjalan lancar. Wajah korban masih dalam kondisi baik sehingga mudah dikenali,” ujarnya.
Ia menjelaskan, proses identifikasi dilakukan melalui pencocokan data ante mortem (data sebelum meninggal dari keluarga) dan post mortem (hasil pemeriksaan jenazah). Hingga saat ini, empat jenazah telah teridentifikasi berdasarkan kesesuaian data tersebut.
“Empat korban yang telah teridentifikasi yakni Joko Catur Prasetyo, Charles Dominson Lagidang warga Melawi, Patrick warga negara Malaysia, serta Tan Keng Liam atau Viktor Tan dari Jakarta,” sebutnya.
Sementara itu, untuk korban lainnya, Subur mengatakan keluarga korban lainnya masih menjalani proses pengumpulan data ante mortem di posko yang telah disediakan di RS Bhayangkara.
Subur mengatakan setelah proses pencocokan data dinyatakan lengkap dan disaksikan oleh pihak keluarga, jenazah akan diserahkan untuk dimakamkan. Aparat juga menyiapkan pengawalan hingga ke bandara maupun daerah asal korban.
“identifikasinya untuk ini tidak ada kendala, sementara ini berjalan lancar, korban delapan orang ini bisa berjalan dengan baik. Ya, masih bisa dikenali, dan masih sesuai antara anti-mortem dan post-mortemnya,” sebutnta.
Selain itu, tim psikologi turut disiagakan untuk memberikan pendampingan kepada keluarga korban yang mengalami trauma akibat peristiwa tersebut.
Sebelumnya, helikopter PK-CFX dilaporkan hilang kontak pada Kamis (16/4/2026) dan kemudian ditemukan dalam kondisi hancur di kawasan perbukitan Kecamatan Nanga Taman, Kabupaten Sekadau. Seluruh kru dan penumpang dinyatakan meninggal dunia.
