Joao Pedro (Foto : REUTERS/Kai Pfaffenbach)
PONTIANAK INFORMASI, Sports – Joao Pedro menjadi pahlawan kemenangan Chelsea dalam semifinal Piala Dunia Antarklub 2025 setelah mencetak dua gol yang membawa The Blues menaklukkan Fluminense dengan skor 2-0. Pertandingan yang berlangsung di MetLife Stadium, New Jersey, Rabu dini hari WIB, menjadi momen spesial sekaligus emosional bagi striker berusia 23 tahun tersebut, karena Fluminense adalah klub masa kecil yang pernah dibelanya sejak usia sembilan tahun.
Dalam laga tersebut, Joao Pedro memulai sebagai starter menggantikan Liam Delap yang absen karena skorsing. Gol pertama Pedro tercipta pada menit ke-18 lewat tembakan melengkung dari luar kotak penalti yang tak mampu dijangkau kiper Fluminense, Fabio. Gol kedua lahir pada menit ke-56 melalui serangan balik cepat yang berujung tembakan keras yang sempat membentur mistar sebelum masuk ke gawang lawan. Meski mencetak dua gol, Pedro memilih untuk tidak melakukan selebrasi dan justru mengangkat kedua tangannya sebagai bentuk permintaan maaf kepada para penggemar dan klub Fluminense.
Joao Pedro mengungkapkan perasaannya yang campur aduk setelah pertandingan. “Saya minta maaf atas dua gol itu,” ujarnya usai laga, dikutip dari FIFA.com. Ia menegaskan bahwa tindakannya mencetak gol adalah bagian dari profesionalisme sebagai pemain Chelsea yang membayarnya untuk mencetak gol. “Saya hanya bisa meminta maaf tetapi saya harus bersikap profesional,” tambahnya. Pedro juga menyampaikan rasa sedih melihat kekecewaan rekan-rekannya di Fluminense, termasuk para pemain dan staf yang pernah bekerja bersamanya. “Saya berharap dapat kembali ke Fluminense suatu hari nanti,” katanya penuh harap meski tidak bisa memastikan kapan hal itu terjadi.
Keberhasilan Chelsea melaju ke final Piala Dunia Antarklub 2025 berkat kontribusi besar Joao Pedro menjadi bukti nilai transfer £55 juta yang dikeluarkan klub tersebut bukanlah keputusan gegabah. Penampilan impresifnya langsung membuat fans terpukau dan banyak yang memprediksi Pedro akan menjadi legenda baru di Chelsea. Di final nanti, Chelsea akan menghadapi pemenang antara PSG atau Real Madrid yang akan bertanding di pertandingan puncak turnamen.
Joao Pedro kini tidak hanya membuktikan kualitasnya sebagai striker kelas dunia, tetapi juga menunjukkan sikap sportif dan rasa hormat yang tinggi terhadap klub masa kecilnya, meskipun harus mengantarkan mereka tersingkir dari turnamen bergengsi ini.
