Bupati Siak (Foto : Instagram @afni_zulkifli)
PONTIANAK INFORMASI, Politik – Polemik tunggakan pembayaran sewa mobil dinas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Siak mencuat ke publik usai pihak rental akhirnya mendatangi kediaman Bupati Siak, Dr. Afni Zulfikifli, M.Si. Aksi penagihan ini dilakukan setelah utang sewa kendaraan dinas mencapai angka fantastis, yakni lebih dari Rp4 miliar, bahkan beberapa sumber menyebut hingga Rp4,7 miliar. Kabar ini ramai diberitakan media setelah viral video perihal penagihan dari pihak vendor ke kantor dan rumah dinas bupati.
Dalam peristiwa yang diunggah pada, 11 Agustus 2025 melalui akun Instagram Pribadi Milik Afni (Bupati Siak), dia mengaku kaget karena selama ini mobil dinas yang digunakannya rupanya adalah mobil sewaan, bukanlah aset milik pemerintah daerah. “Saya memang ngak tahu kalau mobil bupati itu mobil sewa, rupanya mobil punya abangnya?,” kata Afni.
Tunggakan sewa ini tidak hanya terjadi pada mobil dinas bupati, melainkan juga melibatkan 72 unit kendaraan dinas lain yang digunakan oleh pejabat di lingkungan Pemkab Siak, seperti camat, kepala bagian, dan kepala dinas. Bupati Afni blak-blakan mengakui bahwa anggaran daerah sedang sangat sulit sehingga cicilan sewa kendaraan belum terbayar hingga delapan bulan terakhir.
Sementara itu, masyarakat dan publik mempertanyakan keberadaan mobil dinas resmi yang semestinya menjadi inventaris Pemkab Siak. Tercatat pada tahun 2021, pemerintah pernah membeli beberapa unit mobil baru untuk kebutuhan kepala daerah dan pejabat, namun saat ini belum jelas keberadaannya. Kondisi ini memunculkan pertanyaan seputar tata kelola aset dan penggunaan anggaran daerah.
Beruntung, Bupati Siak menuturkan bahwa komunikasi dengan pihak rental tetap berjalan baik dan untuk sementara mobil dinas tidak jadi ditarik. “Alhamdulillah komunikasi terjalin baik. Mobil sewa tak jadi ditarik. Saya bersyukur, karena mobil ini juga digunakan oleh camat, kepala bagian, dan kepala dinas,” ujar Afni.
