(Foto : Tangkapan Layar Youtube Sekretariat Presiden)
PONTIANAK INFORMASI, Nasional – Presiden Prabowo Subianto memberikan tanda kehormatan Bintang Mahaputra Utama kepada Andi Syamsudin Arsyad atau yang biasa dikenal sebagai Haji Isam, pengusaha asal Kalimantan Selatan, dalam sebuah acara resmi di Istana Kepresidenan Jakarta pada Senin, 25 Agustus 2025. Momen penuh kehormatan itu menjadi sorotan ketika Prabowo tampak menyematkan gelar kehormatan tersebut kepada Haji Isam.
Acara penganugerahan yang dihadiri oleh lebih dari 140 tokoh nasional itu adalah bagian dari peringatan hari kemerdekaan RI ke-80. Dalam prosesi tersebut, Prabowo menyematkan patra Bintang Mahaputra Utama di dada kiri Haji Isam sambil mengenakan selempang istimewa sebagai simbol tanda jasa negara.
“Beliau berjasa luar biasa dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah maupun nasional. Beliau membangun kiprah bisnis terutama di bidang pertambangan, batu bara, transportasi dan infrastruktur yang membuka banyak lapangan pekerjaan,” ujar protokoler Istana Kepresidenan saat mendampingi prosesi tersebut, yang dilansir dari YouTube Sekretariat Presiden.
Haji Isam, yang lahir di Bone, Sulawesi Selatan, dan memulai kariernya dari nol sebagai tukang ojek dan sopir pengangkut kayu, kini telah menjadi konglomerat besar yang dikenal di berbagai sektor bisnis. Penganugerahan gelar ini diberikan atas pengabdian dan kontribusinya yang signifikan bagi kemajuan ekonomi serta penciptaan lapangan kerja di Indonesia.
Gelar Bintang Mahaputra Utama merupakan salah satu tanda kehormatan tertinggi yang diberikan berdasarkan Pasal 28 Ayat 2 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2009 tentang Tanda Jasa dan Tanda Kehormatan.
Di samping itu, Prabowo juga memberi penghargaan serupa kepada sejumlah tokoh nasional lain, seperti Ketua DPR RI Puan Maharani dan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, sebagai bentuk pengakuan atas jasa mereka kepada bangsa dan negara. Penghargaan ini juga menjadi simbol pengakuan pemerintah atas dedikasi yang dilakukan oleh para penerima di berbagai bidang, baik sosial, politik, ekonomi, maupun teknologi.
Momen Prabowo berlutut saat memberikan gelar kepada Haji Isam mencerminkan rasa hormat yang mendalam atas pencapaian dan pengabdian sang pengusaha kepada negara. Sikap tersebut mendapat sorotan positif dari publik sebagai bentuk penghormatan luar biasa dari seorang Presiden kepada penerima tanda kehormatan.
