Demo di gedung DPR. (CNBC)
PONTIANAK INFORMASI, Nasional – Aksi demonstrasi sejumlah aliansi masyarakat di depan Gedung DPR RI, Jakarta, pada Senin (25/8), berujung ricuh setelah massa terlibat bentrok dengan aparat keamanan.
Kericuhan terjadi ketika massa berusaha bergerak dari depan ke bagian belakang kompleks gedung DPR. Aparat yang berjaga kemudian memukul mundur para demonstran dengan menggunakan water cannon.
Berdasarkan pantauan di lapangan, sedikitnya enam orang peserta aksi diamankan oleh aparat kepolisian. Mereka kini masih menjalani pemeriksaan, termasuk terkait barang-barang yang dibawa saat aksi.
Pihak kepolisian menjelaskan bahwa langkah pembubaran dilakukan karena situasi di sekitar lokasi dianggap sudah tidak kondusif.
“Massa akan dibubarkan demi menjaga keamanan dan ketertiban,” ujar aparat di lokasi.
Mengutip siaran pers dalam Aliansi Rakyat Bergerak di akun Instagram (IG) @gejayamemanggil, aksi itu dinamai “Indonesia Gelap, Revolusi Dimulai”. Ada beberapa poin yang dituntut, antara lain:
1.Turunkan Prabowo-Gibran
2.Bubarkan Kabinet Merah-Putih
3.Bubarkan DPR RI
4.Hentikan proyek penulisan ulang sejarah Indonesia
5.Tangkap dan adili Fadli Zon atas penyangkalan terhadap tragedi pemerkosaan massal 1998
6.Tolak Rancangan Kitab Hukum Undang-Undang Anti-Pemerasan (RKHUAP)
7.Transparansi gaji anggota DPR
8.Batalkan kebijakan tunjangan rumah anggota DPR
9.Gagalkan rencana kenaikan gaji anggota DPR
