Sushila Karki ditunjuk menjadi mentri Nepal Sementara (Foto : ndtv)
PONTIANAK INFORMASI, Internasional – Nepal mencetak sejarah unik dalam proses pemilihan perdana menteri baru dengan melibatkan platform digital Discord sebagai arena diskusi dan pemungutan suara. Para pemuda generasi Z di Nepal mengadakan pertemuan daring selama hampir lima jam untuk menentukan calon perdana menteri interim, menggantikan posisi yang kosong setelah masa jabatan Perdana Menteri KP Sharma Oli berakhir.
Proses demokrasi digital ini merupakan reaksi atas ketegangan politik dan demonstrasi yang melibatkan para aktivis muda di Kathmandu, yang menuntut perubahan signifikan dalam pemerintahan. Dalam diskusi tersebut, nama Sushila Karki, mantan Ketua Mahkamah Agung Nepal, muncul sebagai kandidat utama untuk jabatan tersebut. Nama lain yang juga menjadi sorotan adalah sosok yang disebut sebagai “random Nepali,” yang berhasil meraih suara terbanyak kedua meski tidak dikenal sebelumnya.
Militer Nepal sendiri telah menjalin komunikasi dengan para demonstran untuk meredakan situasi. Juru bicara militer Raja Ram Basnet menyatakan bahwa perundingan awal dengan demonstran berlangsung seperti yang dilaporkan pada Rabu malam dan direncanakan berlanjut. “Kita berusaha untuk memulihkan situasi secara perlahan,” ungkap Basnet dilansir dari iNews.id.
Situasi di Kathmandu sempat memanas ketika demonstrasi yang digerakkan oleh Gen Z ini awalnya dipicu oleh pemblokiran platform media sosial, yang kemudian berkembang menjadi tuntutan terhadap penanganan ekonomi dan korupsi pemerintah. Demonstrasi ini telah menyebabkan kerusuhan paling parah selama beberapa tahun terakhir, dengan korban jiwa mencapai 30 orang dan lebih dari seribu orang terluka.
Sementara itu, peran platform Discord menjadi vital sebagai ruang demokrasi alternatif, di mana ratusan pemuda Nepal berdiskusi dan memilih pemimpin dengan cara yang belum pernah terjadi sebelumnya di negara itu. Fenomena ini mencerminkan semakin kuatnya pengaruh teknologi dan media sosial dalam mengubah lanskap politik tradisional.
Pemilihan perdana menteri melalui Discord ini menunjukkan bagaimana teknologi dapat digunakan untuk mendorong partisipasi politik yang lebih inklusif dan transparan, terutama bagi generasi muda yang melek digital dan mencari perubahan nyata di Nepal melalui cara-cara inovatif.
