PONTIANAK INFORMASI – Pemerintah Kota Pontianak melalui Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan (Diskumdag) bersama Tim Pengawasan dan Penertiban menyegel sebanyak 10 kios di lantai dasar Pasar Kapuas Indah, Rabu (29/10/2025).
Penyegelan dilakukan karena para penyewa belum melunasi tunggakan pajak retribusi. Rata-rata sewa kios di Pasar Kapuas Indah mencapai Rp3,5 juta per tahun. Total tunggakan dari sepuluh kios tersebut mencapai Rp178,8 juta.
Penyegelan dilakukan dengan cara menempelkan banner berwarna merah bertuliskan “Objek Ini Belum Melunasi Tunggakan Retribusi Daerah (Dalam Pengawasan)” di pintu kios.
Kepala Diskumdag Kota Pontianak, Ibrahim mengatakan bahwa penertiban dilakukan berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 10 Tahun 2023tentang pajak dan retribusi daerah.
“Hari ini kami menurunkan tim untuk melakukan penertiban terhadap sepuluh kios di Pasar Kapuas Indah lantai dasar, yang masih memiliki tunggakan retribusi,” ujarnya.
Ibrahim menjelaskan tunggakan yang dimaksud mencakup tiga komponen, yaitu tunggakan tahun berjalan, tunggakan tahun sebelumnya (2024), serta piutang lama.
Ia juga menjelaskan, sebelumnya, petugas telah melayangkan tiga kali surat peringatan kepada para pedagang agar segera melunasi kewajiban mereka. Namun, hingga batas waktu yang ditentukan, para penyewa tak juga memenuhi kewajiban tersebut, sehingga dilakukan tindakan penertiban.
“Sebelumnya sudah kami berikan surat peringatan satu, dua, dan tiga dan tujuh hari pengosongan. Jadi hari ini sudah batas pengosongN. Makanya kita dilakukan penyegelan,” jelasnya.
Ibrahim menambahkan, besaran tarif sewa kios bervariasi sesuai dengan jenis dan lokasi. Di Pasar Kapuas Indah, sewa kios rata-rata mencapai Rp3,5 juta per tahun sementara di beberapa pasar lain tarifnya berkisar antara Rp1 juta hingga Rp8 juta per tahun.
Saat proses penertiban berlangsung, sempat terjadi perdebatan antara petugas dan beberapa pedagang yang meminta tenggat waktu tambahan.
“Bukan menolak sebenarnya, mereka hanya belum paham prosedur. Padahal disurat kita sudah tertera jelas ada peringatan 1,2,3 sampai ke pengosongan. Kami beri kesempatan kedua untuk segera melunasi sebelum tindakan penyegelan berikutnya dilakukan,” kata Ibrahim.
Pemerintah Kota Pontianak berharap langkah ini menjadi bentuk edukasi bagi para pedagang agar tertib membayar retribusi.
“Tahun ini target Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor retribusi pasar mencapai Rp6,8 miliar. Saat ini sudah tercapai sekitar 70 persen, dan kami harap dua bulan terakhir bisa dikejar melalui peningkatan kepatuhan pedagang,” tutur Ibrahim.
Ia menambahkan, meskipun aktivitas di Pasar Kapuas Indah sempat menurun, pemerintah terus berupaya menghidupkan kembali aktivitas ekonomi di kawasan itu.
“Kami sudah mulai melakukan berbagai kegiatan dan pembenahan agar pasar ini kembali bergairah. Semoga kesadaran membayar sewa juga ikut meningkat,” pungkasnya.
