PONTIANAK INFORMASI – Para dokter di Kalimantan Barat kini tak perlu ke Jakarta untuk mengambil spesialisasi jantung. Sebab, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Soedarso Pontianak resmi ditunjuk sebagai center pendidikan fellowship jantung intervensi pertama di Pulau Kalimantan.
Direktur RSUD dr Soedarso, dr Hary Agung Tjahyadi, menyebut program fellowship jantung intervensi ini merupakan pendidikan singkat setara subspesialis (Sp-2) berdurasi satu tahun.
“Dokter spesialis jantung dari berbagai daerah di Kalimantan akan kami latih langsung di sini, agar siap melakukan tindakan intervensi di rumah sakit masing-masing,” jelas Hary.
Ia mengatakan, RSUD dr Soedarso sudah memiliki lima dokter subspesialis jantung dan fasilitas yang dinilai mumpuni untuk menjadi tempat pendidikan. Program ini juga mendapat dukungan pembiayaan dari Kemenkes.
Dirjen SDM Kesehatan Kemenkes, Yuli Farianti, menjelaskan bahwa pembukaan center fellowship ini merupakan langkah strategis untuk mempercepat pemerataan tenaga dokter subspesialis di daerah.
“Fellowship ini ditujukan untuk dokter spesialis jantung agar bisa meningkatkan kapasitasnya menjadi subspesialis. Ada berbagai bidang, termasuk intervensi dan aritmia,” kata Yuli.
Menurutnya, masih banyak daerah di Kalbar yang kekurangan dokter spesialis, bahkan ada yang belum memiliki tenaga spesialis dasar sama sekali.
“Dengan sistem pendidikan berbasis rumah sakit, masyarakat bisa dapat layanan yang lebih mudah, murah, dan merata. Tidak perlu lagi ke Jakarta atau luar negeri,” tegasnya.
