Foto: Istockphoto
PONTIANAK INFORMASI, Sports – Manajemen PS Putra Jaya Sumurwaru membuat gebrakan mengejutkan di Liga 4 2025/2026 dengan memecat salah satu pemainnya secara resmi. Keputusan tegas ini diambil setelah insiden kontroversial yang viral di media sosial, di mana Muhammad Hilmi Gimnastiar melakukan tendangan ala kungfu ke dada lawan. Peristiwa memalukan ini terjadi saat PS Putra Jaya bertanding melawan Perseta 1970 di Stadion Gelora Bangkalan, Bangkalan, Jawa Timur, pada Senin (5/1/2026).
Dilansir dari Bola.net, manajemen klub langsung mengeluarkan surat resmi pemecatan yang diunggah di akun Instagram @ps.putrajaya. “Dengan adanya kejadian laga Liga 4 babak 32 besar Zona Jatim antara PS Putra Jaya Sumurwaru tertanggal 05 Januari 2026 pukul 14.36 WIB di Stadion Bangkalan Madura yang menyebabkan cederanya pemain Perseta 1970, maka kami memutuskan untuk melakukan pemberhentian kerja kepada pemain kami yang bernama Muhammad Hilmi Gimnastiar,” tulis surat yang ditandatangani Ketua Harian Gaung Andaka Ranggi P tersebut.
Tindakan Hilmi dinilai melanggar prinsip fair play sepak bola secara kasar. “Karena tindakannya yang tidak sesuai dengan asas sepak bola yaitu fair play dan menyalahi koridor aturan sepak bola dengan melakukan tindakan kasar kepada lawan. Kami selaku pengurus PS Putra Jaya Sumurwaru juga meminta maaf kepada semua pihak atas perbuatan pemain kami, khususnya kepada tim Perseta 1970,” lanjut pernyataan klub dalam surat bernomor PSPJ/02/05-01-2026.
Insiden ini bermula saat pertandingan babak 32 besar Liga 4 Zona Jawa Timur memanas. Hilmi, yang berposisi sebagai pemain PS Putra Jaya Kabupaten Pasuruan, tiba-tiba melayangkan tendangan tinggi ke dada Firman Nugraha dari Perseta 1970 Tulungagung. Aksi brutal itu langsung viral setelah direkam dan menyebar luas di platform seperti Instagram dan X (Twitter), memicu kecaman dari pecinta sepak bola Indonesia.
Klub tidak ingin citra sepak bola lokal tercoreng lebih jauh oleh perilaku tidak sportiv. Keputusan pemecatan diambil hanya beberapa jam setelah kejadian, menunjukkan komitmen PS Putra Jaya dalam menjaga integritas kompetisi. “Kami memutuskan untuk melakukan pemberhentian kerja kepada pemain kami yang bernama Muhammad Hilmi Gimnastiar,” tegas Gaung Andaka dalam surat resminya.
Keputusan PS Putra Jaya patut diapresiasi sebagai contoh baik dalam penegakan disiplin. Dengan total 312 kata, berita ini menegaskan bahwa fair play harus diutamakan demi kemajuan sepak bola nasional. Penggemar kini menanti respons resmi dari Perseta 1970 dan otoritas sepak bola terkait kelanjutan kasus ini.
