Skip to content
Pontianak Informasi

Pontianak Informasi

Barometer Informasi Seputar Pontianak

Primary Menu
  • Home
  • Lokal
  • Kuliner
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Sports
  • Kesehatan
  • Home
  • Nasional
  • Warga Soreang Bandung Ngamuk, Janji Bangun Pesantren Malah Jadi Proyek Perumahan Mewah
  • Nasional

Warga Soreang Bandung Ngamuk, Janji Bangun Pesantren Malah Jadi Proyek Perumahan Mewah

Tyo 08/01/2026
Warga Soreang Bandung Ngamuk, Janji Bangun Pesantren Malah Jadi Proyek Perumahan Mewah

Foto: KOMPAS.COM/M. Elgana Mubarokah

PONTIANAK INFORMASI, Nasional – Warga Kampung Legok Keas, Desa Sukanagara, Kecamatan Soreang, Kabupaten Bandung, menggelar aksi protes keras terhadap proyek pembangunan di atas lahan mereka. Mereka merasa dikelabui karena pengembang awalnya mengklaim akan membangun pesantren, tapi kini lahan tersebut berubah menjadi perumahan elit. Kekhawatiran utama warga adalah risiko banjir bandang akibat perubahan lahan kebun menjadi beton permanen.
​
Dilansir dari Kompas.com, salah satu warga bernama Dede menyatakan, “Posisi kampung kami berada di bawah lahan proyek. Saat ini area tersebut masih berupa kebun. Jika nanti berubah menjadi perumahan dan tertutup beton, air hujan pasti meluap ke pemukiman. Kami mengkhawatirkan risiko.” Protes ini memuncak pada Rabu (7/1/2026) saat warga mendatangi lokasi proyek yang berada tepat di atas kampung mereka, bersamaan dengan tim Dinas Perumahan dan Tata Ruang (PUTR) Kabupaten Bandung.
​
Pengembang diduga meminta izin awal kepada masyarakat setempat dengan dalih membangun sarana pendidikan pesantren. Namun, izin yang disampaikan ke pemerintah ternyata untuk pembangunan masjid dan pesantren, tapi realitanya lahan tersebut tiba-tiba dikerjakan untuk perumahan. Dede menambahkan, “Kami asal diberi tahu tambahnya.” Ketidaktransparanan ini membuat warga merasa ditipu secara sistematis.
​
Warga segera melaporkan kasus ini ke Pemerintah Kabupaten Bandung, meminta pemeriksaan ulang terhadap legalitas izin proyek. Mereka menyoroti potensi pelanggaran tata ruang yang mengancam keselamatan ratusan jiwa di bawah lahan proyek. Selain itu, perubahan fungsi lahan dari pendidikan menjadi komersial dinilai melanggar komitmen awal dengan masyarakat desa.
​
Pengembang menolak sidak dari Dinas PUTR dengan alasan tidak ada pemberitahuan resmi sebelumnya terkait inspeksi. Akibatnya, petugas gagal memverifikasi kesesuaian pembangunan dengan dokumen perizinan tata ruang yang ada. Situasi ini memperburuk ketegangan, karena warga menuntut transparansi penuh dari pihak pengembang.
​
Hingga kini, warga terus mendesak Pemkab Bandung untuk menghentikan sementara aktivitas proyek hingga audit lengkap dilakukan. Mereka berharap pemerintah bertindak tegas demi menjaga keamanan lingkungan dan mencegah eksploitasi lahan. Kasus ini menjadi pelajaran berharga tentang pentingnya pengawasan ketat terhadap proyek pembangunan di kawasan rawan bencana.
​
Peristiwa di Soreang ini mencerminkan isu lebih luas di Indonesia, di mana proyek perumahan sering kali mengorbankan lingkungan dan kepercayaan masyarakat. Dengan populasi Bandung yang terus bertambah, kejadian serupa berpotensi berulang jika regulasi tata ruang tidak ditegakkan secara konsisten. Warga bertekad memperjuangkan hak mereka hingga tuntas.

Tags: Bangun Perumahan Janji Palsu Pesantren Proyek Rumah

Continue Reading

Previous: Prabowo Sindir Keras Kritikus Pintar MBG: Lihatlah Anak-Anak yang Menanti!
Next: Penangkapan Maduro Bongkar Jejak 113 Ton Emas Venezuela di Swiss Senilai Rp86 Triliun

Related Stories

6b14877a-2b4d-4e9a-8d90-fac85e9becf3
  • Lokal
  • Nasional
  • News

Calon Manajer Kopdes Asal Singkawang Meninggal Dunia, Sempat Sesak Napas usai Belajar di Kelas

Editor PI 29/06/2026
Dua Mobil Patroli Polisi Dirusak OTK Usai Pengamanan HUT Jakarta di Bundaran HI
  • Nasional

Dua Mobil Patroli Polisi Dirusak OTK Usai Pengamanan HUT Jakarta di Bundaran HI

Editor PI 23/06/2026
LPSK Beri Perlindungan Darurat untuk Korban Penyekapan di Bandung, Komnas Perempuan Kecam Kekerasan
  • Nasional

LPSK Beri Perlindungan Darurat untuk Korban Penyekapan di Bandung, Komnas Perempuan Kecam Kekerasan

Editor PI 23/06/2026

Berita Terbaru

  • Syarif Abdullah: Tol Pontianak-Kijing Bukan Dicoret dari PSN, Memang Belum Masuk Daftar Proyek Nasional 16/07/2026
  • Banggar DPR RI Serap Keluhan Pemda di Kalbar, DBH hingga Gaji Pegawai Jadi Sorotan 16/07/2026
  • Tak Berpenampilan Bak “Noni Belanda” Sarifah Suraidah Tampil Seba Hitam Saat Kunker ke Kalbar 16/07/2026
  • Tiket Pesawat Naik, Penumpang Kapal Pelni Pontianak Melonjak saat Libur Sekolah 16/07/2026
  • Hari Kedua Pencarian, Bocah 10 Tahun yang Jatuh ke Sungai Landak Ditemukan Tak Bernyawa 16/07/2026
  • Musim Buah Bikin Sampah di Pontianak Naik 20 Persen, DLH Tambah Armada Angkut 16/07/2026

Pemkot

Categories

Baca Berita Lainnya

IMG_1178
  • Lokal
  • News

Syarif Abdullah: Tol Pontianak-Kijing Bukan Dicoret dari PSN, Memang Belum Masuk Daftar Proyek Nasional

Editor PI 16/07/2026
IMG_1168
  • News

Banggar DPR RI Serap Keluhan Pemda di Kalbar, DBH hingga Gaji Pegawai Jadi Sorotan

Editor PI 16/07/2026
IMG_1171
  • News

Tak Berpenampilan Bak “Noni Belanda” Sarifah Suraidah Tampil Seba Hitam Saat Kunker ke Kalbar

Editor PI 16/07/2026
IMG_1132
  • Lokal
  • News

Tiket Pesawat Naik, Penumpang Kapal Pelni Pontianak Melonjak saat Libur Sekolah

Editor PI 16/07/2026

Pontianak Informasi merupakan barometer informasi seputar Kota Pontianak yang berdiri sejak tahun 2005. Pontianak Informasi akrab dikenal oleh masyarakat Kota Pontianak dengan sebutan PI. Kanal informasi ini juga bagian dari PIFA MEDIA NETWORK.

  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Presiden Prabowo Instruksikan Pengaktifan Kembali Pengecer Gas LPG 3 Kg
  • Tentang PI
  • Kontak dan Iklan
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • PIFA Media Network
  • Tentang PI
  • Kontak dan Iklan
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • PIFA Media Network
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.