PONTIANAK INFORMASI – Anggota DPRD Kalimantan Barat sekaligus Ketua Fraksi PAN, Zulfydar Zaidar Mochtar, menilai sistem pembelajaran tatap muka di sekolah lebih efektif dibandingkan metode daring.
Menurutnya, kebijakan pelaksanaan kegiatan belajar mengajar secara langsung di SMA, SMK, dan SLB di Kalimantan Barat sudah tepat, sejalan dengan arahan pemerintah pusat yang mendorong sekolah kembali berjalan normal.
“Pendidikan itu pada dasarnya membutuhkan interaksi langsung antara guru dan murid. Di situ terjadi proses mengajar dan belajar yang tidak bisa tergantikan sepenuhnya oleh sistem daring,” ujarnya, saat ditemui Kamis (26/3/26).
Ia menjelaskan, melalui pembelajaran tatap muka, guru dapat memantau secara langsung perkembangan siswa, baik dari sisi pemahaman materi maupun kemampuan berkomunikasi. Hal ini dinilai penting untuk memastikan kualitas pendidikan tetap terjaga.
Selain itu, interaksi langsung juga memberikan ruang bagi siswa untuk lebih aktif bertanya dan berdiskusi dengan guru, termasuk dengan tenaga pengajar yang memiliki spesialisasi di bidang tertentu.
“Dengan tatap muka, anak didik bisa langsung berkomunikasi dengan guru. Ini penting untuk melihat sejauh mana kemajuan mereka dan bagaimana relevansi materi yang diajarkan,” jelasnya.
Zulfydar juga menyinggung kebijakan work from home (WFH) yang diterapkan bagi aparatur sipil negara (ASN) dalam kondisi tertentu. Namun, menurutnya, untuk sektor pendidikan, khususnya di daerah yang sudah memungkinkan, sistem tatap muka tetap menjadi pilihan terbaik.
“Kalau daerah sudah memungkinkan untuk melaksanakan pembelajaran langsung, tentu itu lebih baik daripada daring. Karena hasilnya bisa dipantau secara langsung,” tambahnya.
Ia berharap, dengan kembali normalnya sistem pembelajaran di sekolah, kualitas pendidikan di Kalimantan Barat dapat terus meningkat dan mampu mencetak generasi yang lebih siap menghadapi tantangan ke depan.
