PONTIANAK INFORMASI – Ditengah masih banyaknya ruas jalan rusak parah di Kalimantan Barat, kebijakan perbaikan infrastruktur justru dinilai belum tepat sasaran. Hal itu diungkapkan oleh Anggota DPRD Kalbar, Suyanto Tanjung.
Ia menyoroti masih adanya proyek peningkatan jalan yang sebenarnya sudah dalam kondisi baik, sementara jalan rusak berat di sejumlah wilayah belum tersentuh perbaikan.
“Masih banyak ruas jalan provinsi yang mengalami kerusakan sangat parah. Sebagian kecil jalan memang sudah mendapatkan perbaikan rutin, namun sebagian besar lainnya belum tersentuh anggaran pembangunan,” ujarnya saat dihubungi via Whatsapp, Senin (6/4/26).
Ia mendesak Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat melalui dinas terkait segera menyusun skala prioritas pembangunan infrastruktur. Menurutnya, langkah ini penting agar distribusi anggaran benar-benar menyasar wilayah yang membutuhkan.
“Kalau sangat dibutuhkan tentu harus ada skala prioritas. Artinya, kurangi dulu peningkatan jalan yang sudah bagus, jangan langsung dilebarkan atau diaspal ulang. Masih banyak jalan yang lubangnya besar-besar,” tegasnya.
Suyanto menilai praktik pengaspalan ulang pada jalan yang sudah baik kerap terjadi, sementara di sisi lain masih ada daerah yang akses jalannya rusak berat bahkan terisolasi. Ia menegaskan kondisi tersebut harus segera dihentikan demi pemerataan pembangunan.
Di sisi lain, ia juga mengakui keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kalbar dalam menangani seluruh kerusakan jalan. Karena itu, dukungan dari pemerintah pusat melalui APBN dinilai menjadi solusi penting untuk mempercepat perbaikan infrastruktur.
Ia pun berharap anggota DPR RI asal Kalbar dapat lebih aktif memperjuangkan pembangunan infrastruktur di tingkat pusat. Selain itu, koordinasi antara pemerintah daerah, mulai dari gubernur hingga bupati, dengan Komisi V DPR RI dinilai sangat krusial.
“Sinergi lintas sektor menjadi kunci agar masyarakat dapat menikmati akses jalan yang layak dan aman di seluruh wilayah Kalimantan Barat,” pungkasnya.
