PONTIANAK INFORMASI – Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia, Abcandra Muhammad Akbar Supratman, mengumumkan rencana keberangkatan jajaran pimpinan Badan Sosialisasi dan Kesekjenan MPR RI ke Pontianak, Kalimantan Barat, untuk menemui siswi SMAN 1 Pontianak, Josepha Alexandra.
Pertemuan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Selasa (19/5) sebagai bagian dari upaya menawarkan posisi Duta Lomba Cerdas Cermat (LCC) 4 Pilar kepada siswi yang akrab disapa Ocha itu.
“Besok pimpinan Badan Sosialisasi dengan Kesekjenan akan terbang ke Pontianak, dan mudah-mudahan juga Adik Josepha, karena ini salah satu aspirasi dari teman-teman juga menginginkan agar Adik Josepha bisa menjadi duta LCC,” ujar Akbar dalam konferensi pers di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (18/5).
Menurut Akbar, pihak Kesekjenan MPR RI akan menyampaikan langsung tawaran tersebut kepada Josepha dan keluarganya.
Namun, ia menegaskan status tersebut masih berupa penawaran awal dan belum merupakan penobatan resmi.
“Bukan penobatan, tapi akan kita sampaikan apakah yang bersangkutan berkenan,” katanya.
Nama Josepha Alexandra sebelumnya menjadi sorotan publik setelah videonya memprotes keputusan juri dalam ajang LCC 4 Pilar tingkat Provinsi Kalimantan Barat viral di media sosial.
Dalam kompetisi tersebut, regu C dari SMAN 1 Pontianak yang diwakili Josepha sempat mendapat pengurangan poin setelah jawaban mengenai lembaga pertimbangan pemilihan anggota BPK dinyatakan salah oleh juri.
Namun, regu B dari SMAN 1 Sambas justru memperoleh tambahan poin saat memberikan jawaban yang sama. Protes dari pihak Josepha kemudian ditolak dengan alasan perbedaan artikulasi jawaban.
Insiden itu memicu perhatian luas dari masyarakat dan netizen hingga akhirnya pihak MPR RI menyampaikan permintaan maaf serta sempat mengusulkan pertandingan ulang.
Meski demikian, rencana pelaksanaan final ulang akhirnya dibatalkan setelah kedua sekolah disebut sepakat menolak opsi tersebut.
