PONTIANAK INFORMASI – Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat melalui Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) terus mematangkan persiapan menjelang penyelenggaraan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Tahun 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus mendatang.
Kesiapan tersebut ditinjau langsung oleh Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, didampingi Sekretaris Daerah Kalbar, Harisson, serta Kepala BPSDM Kalbar, Windy Prihastari, Selasa (2/6/2026).
Windy mengatakan, penyelenggaraan PKN II menjadi momentum penting bagi Kalimantan Barat karena untuk pertama kalinya dipercaya menjadi tuan rumah pelatihan kepemimpinan tingkat nasional yang diikuti peserta dari berbagai provinsi dan kementerian.
“Insyaallah pada Agustus 2026 kita mulai menjadi tuan rumah penyelenggara PKN II. Jadi bukan hanya peserta dari Kalbar, tetapi juga dari provinsi lain bahkan kementerian yang ingin mengikuti pelatihan ini,” kata Windy.
Menurutnya, kepercayaan tersebut menjadi kebanggaan sekaligus peluang bagi Kalbar untuk menunjukkan kapasitasnya sebagai daerah penyelenggara kegiatan nasional di bidang pengembangan kompetensi aparatur sipil negara (ASN).
Selain itu, pelaksanaan PKN II di Kalbar dinilai sejalan dengan kebijakan efisiensi anggaran yang saat ini diterapkan pemerintah. Dengan pelatihan dilaksanakan di daerah sendiri, kepala organisasi perangkat daerah (OPD) maupun pejabat pemerintah kabupaten/kota tidak perlu lagi mengikuti pelatihan ke luar daerah.
“Cukup dilaksanakan di Kalbar. Ini menjadi salah satu jawaban atas strategi efisiensi dalam pengembangan kompetensi ASN,” ujarnya.
Windy menjelaskan, PKN II akan menggunakan metode blended learning atau kombinasi pembelajaran tatap muka dan daring. Skema tersebut dinilai lebih efektif sekaligus mampu menekan biaya pelaksanaan.
“Kalau seluruh kegiatan dilakukan secara klasikal tentu membutuhkan biaya lebih besar untuk akomodasi dan konsumsi. Karena itu sebagian kegiatan dilakukan secara daring,” jelasnya.
Ia menambahkan, persiapan yang dilakukan BPSDM tidak hanya menyangkut fasilitas fisik, tetapi juga mencakup tata kelola penyelenggaraan, kesiapan widyaiswara, narasumber, hingga sistem pembelajaran yang akan digunakan selama pelatihan berlangsung.
“Sampai saat ini kami terus mempersiapkan seluruh kebutuhan, mulai dari sarana prasarana, tata kelola penyelenggaraan, narasumber, widyaiswara, hingga perangkat pendukung lainnya,” katanya.
Sebagai penyelenggara, BPSDM Kalbar berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada peserta yang datang dari berbagai daerah. Windy optimistis pelaksanaan PKN II juga dapat menjadi sarana memperkenalkan potensi Kalimantan Barat di tingkat nasional.
Menurutnya, Kalbar memiliki sejumlah keunggulan, mulai dari keramahan masyarakat hingga posisi strategis sebagai daerah perbatasan Indonesia-Malaysia. Potensi tersebut dapat dikolaborasikan dengan berbagai kegiatan pendukung, termasuk seminar dan forum akademik berskala nasional maupun internasional.
“Kalimantan Barat memiliki banyak keunggulan. Selain hospitality masyarakatnya, kita juga berada di wilayah perbatasan yang memiliki nilai strategis. Ini bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi peserta yang datang dari berbagai daerah,” tuturnya.
