Skip to content
Pontianak Informasi

Pontianak Informasi

Barometer Informasi Seputar Pontianak

Primary Menu
  • Home
  • Lokal
  • Kuliner
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Sports
  • Kesehatan
  • Home
  • News
  • 13 Buaya Hasil Konflik dengan Warga yang Ditampung di Balai PK Pontianak, Ada Berukuran 4,5 Meter
  • Lokal
  • News

13 Buaya Hasil Konflik dengan Warga yang Ditampung di Balai PK Pontianak, Ada Berukuran 4,5 Meter

Editor PI 10/08/2026
IMG_4604

PONTIANAK INFORMASI –

Sebanyak 13 ekor buaya hasil konflik dengan masyarakat kini ditampung di Balai Pengelolaan Kelautan (BPK) Pontianak.

Kepala Balai Pengelolaan Kelautan Pontianak, Syarif Iwan Taruna Alkadrie, mengatakan saat ini Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) tengah menyiapkan regulasi agar buaya hasil evakuasi tersebut dapat dimanfaatkan secara legal, tanpa mengganggu keseimbangan populasi di alam.

Ia mengungkapkan, kewenangan penanganan buaya kini berada di bawah KKP setelah terbitnya Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2024 yang merevisi aturan sebelumnya.

“Jadi terkait aktivitas buaya, baik konflik dengan masyarakat maupun pemanfaatannya, sekarang sudah menjadi kewenangan Kementerian Kelautan dan Perikanan,” katanya.

Menurut Iwan, konflik antara buaya dan masyarakat masih cukup tinggi. Di Kalimantan Timur, sebanyak 84 ekor buaya hasil konflik telah dititipkan di sebuah penangkaran di Balikpapan. Sementara di Kalimantan Barat, BPK Pontianak saat ini menampung 13 ekor buaya yang dievakuasi dari sejumlah daerah.

Buaya-buaya tersebut berasal dari Kubu Raya, Sambas, Mempawah, dan Singkawang sejak 2024. Salah satunya merupakan buaya muara berukuran 4,5 meter yang baru-baru ini dievakuasi akibat konflik dengan warga.

Iwan mengatakan, selama ini buaya hasil konflik umumnya dilepasliarkan kembali. Namun, cara tersebut dinilai berisiko karena satwa itu berpotensi kembali memasuki permukiman dan memicu konflik baru.

Karena itu, KKP sedang menyusun regulasi agar buaya hasil konflik dapat dimanfaatkan oleh pelaku usaha yang memiliki izin resmi.

“Kita sedang membuat regulasi sehingga buaya hasil konflik ini tidak kita lepas begitu saja, tetapi bisa dimanfaatkan oleh pelaku usaha yang memiliki izin,” ujarnya.

Menurutnya, hingga kini belum ada pelaku usaha di Kalimantan Barat yang mengantongi izin pemanfaatan buaya. Padahal, pemanfaatan satwa tersebut berpotensi memberikan nilai ekonomi, terutama dari kulit buaya yang banyak digunakan sebagai bahan baku produk fesyen.

KKP, kata Iwan, juga akan melakukan survei populasi buaya di sejumlah wilayah yang memiliki tingkat konflik tinggi. Hasil kajian itu nantinya akan menjadi dasar penentuan kuota pemanfaatan buaya dari alam.

“Ketika kita sudah mengetahui potensi populasinya, baru bisa ditentukan batas maksimal yang boleh dimanfaatkan. Jadi keseimbangan alam tetap terjaga, tetapi ada nilai ekonomi yang bisa diperoleh secara legal,” katanya.

Berdasarkan data sementara, Kabupaten Kubu Raya dan Sambas menjadi dua daerah dengan tingkat konflik manusia dan buaya tertinggi di Kalimantan Barat. Dari hasil identifikasi sementara, seluruh konflik tersebut melibatkan buaya muara.

Meski demikian, penyebab pasti meningkatnya konflik masih akan diteliti lebih lanjut. KKP menduga alih fungsi habitat menjadi perkebunan serta meningkatnya populasi buaya menjadi faktor yang mendorong satwa tersebut keluar dari habitatnya.

Di sisi lain, Balai Pengelolaan Kelautan Pontianak juga masih menghadapi keterbatasan fasilitas penampungan. Saat ini, pihaknya mengusulkan pembangunan kandang yang lebih representatif agar buaya hasil evakuasi dapat ditampung dengan lebih baik sebelum nantinya dimanfaatkan sesuai regulasi yang sedang disusun.

Tags: Balai PK Pontianak Buaya Muara Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP)

Continue Reading

Previous: Orangutan ‘Wak’ Dipindahkan ke Habitat Aman usai Terjebak di Area Terdampak Karhutla di Ketapang
Next: Kasus ISPA di Pontianak Naik 5 Persen sejak Kabut Asap Karhutla, Puskesmas Siaga Oksigen Gratis

Related Stories

ac50f24a-7f04-4769-a6ec-80464d99ab0d
  • Info
  • Lokal
  • News

Meet On Friday, Band Metalcore Modern asal Pontianak Rilis Single Pertama ‘Sabda’

Editor PI 11/08/2026
IMG_4739
  • Lokal
  • News

Penjual Jamu Keliling Sarankan Minum Jahe Untuk Jaga Daya Tahan Tubuh Saat Kabut Asap

Editor PI 11/08/2026
B04B8C49-7048-4B50-8527-1E80C64D48F7
  • Lokal
  • News

Kemarau Panjang Bikin Air PDAM Pontianak Mulai Asin dan Payau, Warga Diimbau Hemat Air

Editor PI 11/08/2026

Berita Terbaru

  • Meet On Friday, Band Metalcore Modern asal Pontianak Rilis Single Pertama ‘Sabda’ 11/08/2026
  • Penjual Jamu Keliling Sarankan Minum Jahe Untuk Jaga Daya Tahan Tubuh Saat Kabut Asap 11/08/2026
  • Kemarau Panjang Bikin Air PDAM Pontianak Mulai Asin dan Payau, Warga Diimbau Hemat Air 11/08/2026
  • Tak Hanya Sesak Napas, Kabut Asap Karhutla Juga Bisa Bikin Diare Lewat Air Payau 11/08/2026
  • Gubernur Ria Norsan Dukung IAIN Pontianak Naik Status Jadi UIN 11/08/2026
  • Karhutla Hanguskan 28 Ribu Hektare di Kalbar, Gubernur Norsan Minta Semua Pihak Siaga Penuh 11/08/2026

Pemkot

Categories

Baca Berita Lainnya

ac50f24a-7f04-4769-a6ec-80464d99ab0d
  • Info
  • Lokal
  • News

Meet On Friday, Band Metalcore Modern asal Pontianak Rilis Single Pertama ‘Sabda’

Editor PI 11/08/2026
IMG_4739
  • Lokal
  • News

Penjual Jamu Keliling Sarankan Minum Jahe Untuk Jaga Daya Tahan Tubuh Saat Kabut Asap

Editor PI 11/08/2026
B04B8C49-7048-4B50-8527-1E80C64D48F7
  • Lokal
  • News

Kemarau Panjang Bikin Air PDAM Pontianak Mulai Asin dan Payau, Warga Diimbau Hemat Air

Editor PI 11/08/2026
IMG_4767
  • Lokal
  • News

Tak Hanya Sesak Napas, Kabut Asap Karhutla Juga Bisa Bikin Diare Lewat Air Payau

Editor PI 11/08/2026

Pontianak Informasi merupakan barometer informasi seputar Kota Pontianak yang berdiri sejak tahun 2005. Pontianak Informasi akrab dikenal oleh masyarakat Kota Pontianak dengan sebutan PI. Kanal informasi ini juga bagian dari PIFA MEDIA NETWORK.

  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Presiden Prabowo Instruksikan Pengaktifan Kembali Pengecer Gas LPG 3 Kg
  • Tentang PI
  • Kontak dan Iklan
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • PIFA Media Network
  • Tentang PI
  • Kontak dan Iklan
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • PIFA Media Network
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.