PONTIANAK INFORMASI – Kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Kota Pontianak meningkat sekitar 5 persen di tengah kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih menyelimuti wilayah tersebut. Pemerintah Kota Pontianak pun menyiagakan oksigen gratis di seluruh puskesmas dan rumah sakit untuk mengantisipasi bertambahnya warga yang mengalami gangguan pernapasan.
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, mengatakan kenaikan kasus ISPA tersebut merupakan laporan sementara dari Dinas Kesehatan Kota Pontianak.
“Ada kenaikan sekitar 5 persen yang dilaporkan oleh Dinas Kesehatan. Nanti akan kita lihat lagi separah apa pengaruh kabut asap ini terhadap penderita ISPA,” kata Edi.
Sebagai langkah antisipasi, Edi mengaku telah menginstruksikan Dinas Kesehatan agar seluruh fasilitas layanan kesehatan bersiaga menghadapi dampak kabut asap.
“Saya sudah perintahkan Dinas Kesehatan, termasuk rumah sakit dan puskesmas, untuk mengantisipasi masyarakat yang terdampak ISPA. Oksigen gratis sudah disiapkan di puskesmas-puskesmas dan rumah sakit,” ujarnya.
Menurut Edi, penyediaan oksigen merupakan bagian dari upaya penanganan kesehatan yang diprioritaskan selama kualitas udara di Pontianak masih memburuk. Pemerintah juga menyiapkan berbagai kebutuhan alat kesehatan apabila terjadi kondisi darurat akibat meningkatnya kasus gangguan pernapasan.
Selain penanganan di sektor kesehatan, Pemkot Pontianak terus berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, pemerintah pusat, serta pihak swasta untuk mempercepat pemadaman kebakaran lahan yang menjadi sumber kabut asap.
“Kami berharap koordinasi antara pemerintah kota, pemerintah provinsi, pemerintah pusat, dan swasta terus diperkuat. Kalau ada kebakaran, bisa segera dipadamkan sehingga dampak asap terhadap kesehatan masyarakat dapat ditekan,” tuturnya.
Edimengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan, menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala ISPA.
