PONTIANAK INFORMASI – Kemarau panjang mulai berdampak pada kualitas air bersih di Kota Pontianak. Air PDAM di sejumlah wilayah kini mulai terasa payau akibat meningkatnya kadar garam di Sungai Kapuas, sumber utama air baku Perumda Air Minum Kota Pontianak.
Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono mengatakan, kondisi tersebut dipicu minimnya hujan di wilayah hulu Sungai Kapuas. Akibatnya, tekanan air tawar dari hulu melemah sehingga air laut lebih mudah masuk saat pasang dan meningkatkan kadar garam di sungai.
“Untuk hari ini, data dan kemarin juga di jam 9 malam sampai jam 4 subuh itu kadar garam tinggi karena air pasang. Karena di hulu tidak hujan, tekanan dari hulu itu mengecil sehingga air pasang, air laut masuk,” kata Edi.
Ia menjelaskan, Perumda Air Minum Kota Pontianak mengambil air baku dari Sungai Kapuas yang diolah di beberapa instalasi, yakni Imam Bonjol, Selat Panjang, Parit Mayor, dan Nipah Kuning.
Berdasarkan pemantauan, kadar garam tertinggi tercatat di kawasan Nipah Kuning yang berada di dekat muara, mencapai 2.903 miligram per liter. Sementara di Instalasi Imam Bonjol kadar garam telah melampaui 700 miligram per liter, Selat Panjang sekitar 1.100 miligram per liter, dan Parit Mayor berkisar antara 400 hingga 600 miligram per liter.
Menurut Edi, air dengan kadar garam hingga 600 miligram per liter masih layak digunakan untuk mandi dan mencuci. Namun, untuk dikonsumsi sebagai air minum, kadar garam seharusnya berada di bawah 300 miligram per liter.
“Air PDAM ini layak digunakan, batas maksimumnya 600 miligram per liter itu pun hanya untuk cuci dan mandi. Kalau untuk minum harus di bawah 300 miligram per liter,” ujarnya.
Untuk menekan kadar garam di wilayah terdampak, Perumda Air Minum melakukan pencampuran pasokan air dari Instalasi Imam Bonjol ke Nipah Kuning. Meski begitu, sebagian warga masih merasakan air yang sedikit payau.
Edi berharap hujan segera turun agar tekanan air dari hulu kembali normal dan kadar garam di Sungai Kapuas menurun. Ia juga mengimbau masyarakat menggunakan air bersih secara bijak selama musim kemarau.
“Harapan kita turun hujan supaya kadar garam tidak semakin tinggi. Warga kita minta untuk berhemat air bersih, terutama untuk keperluan minum,” pungkasnya.
