Skip to content
Pontianak Informasi

Pontianak Informasi

Barometer Informasi Seputar Pontianak

Primary Menu
  • Home
  • Lokal
  • Kuliner
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Sports
  • Kesehatan
  • Home
  • News
  • Orangutan ‘Wak’ Dipindahkan ke Habitat Aman usai Terjebak di Area Terdampak Karhutla di Ketapang
  • Lokal
  • News

Orangutan ‘Wak’ Dipindahkan ke Habitat Aman usai Terjebak di Area Terdampak Karhutla di Ketapang

Editor PI 10/08/2026
06417b64-61fe-4bf1-82f6-c8b595b53548

PONTIANAK INFORMASI – Seekor orangutan jantan yang diberi nama Wak dievakuasi dari area perkebunan warga di Desa Kuala Tolak, Kecamatan Matan Hilir Utara, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Satwa dilindungi itu dipindahkan ke habitat yang lebih aman setelah kawasan tempat kemunculannya terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Evakuasi dilakukan oleh tim gabungan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat Seksi Konservasi Wilayah I Ketapang, Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI), PT Mohairson Pawan Khatulistiwa (Mopakha), serta masyarakat setempat.

Orangutan tersebut pertama kali ditemukan warga di perkebunan buah pada Juli 2026. Selain berpotensi merusak tanaman, keberadaan Wak dinilai semakin berisiko karena kebakaran hutan dan lahan yang meluas di sekitar desa.

Salah seorang warga Desa Kuala Tolak, Morsali, mengatakan kemunculan orangutan di kawasan perkebunan diduga dipicu terganggunya habitat alami akibat pembukaan lahan dan kebakaran.

“Habitatnya terganggu. Banyak pembukaan lahan, apalagi musim kemarau api banyak. Jadi dia mencari tempat yang aman untuk makan dan berlindung karena habitatnya sudah tidak aman lagi,” ujarnya.

YIARI mencatat kawasan Kuala Tolak sebelumnya juga menjadi lokasi penyelamatan orangutan saat kebakaran besar melanda wilayah tersebut pada 2015 dan 2019. Kondisi itu menunjukkan karhutla dan perubahan bentang alam masih menjadi ancaman berulang bagi satwa liar di wilayah tersebut.

Ketua Umum YIARI, Silverius Oscar Unggul, menilai kebakaran hutan tidak hanya merusak habitat orangutan, tetapi juga memicu konflik antara satwa dan manusia.

Menurutnya, saat hutan terbakar dan terfragmentasi, orangutan kehilangan sumber pakan dan tempat tinggal sehingga terdorong masuk ke kebun warga. Di sisi lain, masyarakat mengalami kerugian akibat tanaman rusak dan meningkatnya rasa khawatir terhadap keberadaan satwa liar.

“Artinya, orangutan dan masyarakat sama-sama menjadi korban dari praktik yang sama,” katanya.

Setelah berhasil dievakuasi, Wak dilepasliarkan ke kawasan konsesi PT Mopakha yang dinilai masih memiliki habitat hutan gambut yang baik, populasi orangutan liar yang sehat, serta ketersediaan pakan yang memadai.

General Manager PT Mopakha, Wendi Tamariska, mengatakan lokasi pelepasliaran dipilih berdasarkan kajian teknis agar orangutan dapat kembali beradaptasi dengan baik di habitat alaminya.

Perusahaan juga berkomitmen mendukung pemantauan pascapelepasliaran untuk memastikan kondisi Wak tetap terpantau.

Sementara itu, Kepala BKSDA Kalimantan Barat, Murlan Dameria Pane, menyebut translokasi dilakukan sebagai langkah mitigasi konflik antara satwa liar dan manusia.

“Habitat satwa liar, khususnya orangutan, semakin terdesak akibat fragmentasi habitat dan kebakaran hutan serta lahan. Karena itu diperlukan komitmen semua pihak untuk menjaga kekayaan alam kita,” ujarnya.

Tim gabungan menegaskan upaya mencegah konflik satwa liar harus berjalan beriringan dengan pengendalian karhutla, perlindungan habitat, serta penegakan hukum terhadap praktik pembukaan lahan dengan cara membakar. Tanpa langkah tersebut, konflik antara manusia dan orangutan diperkirakan akan terus berulang di wilayah Ketapang.

Tags: BKSDA Kalbar Karhutla Orangutan

Continue Reading

Previous: 1.286 Telur Penyu Ditemukan di Sambas, Sebagian Masih Berpeluang Menetas
Next: 13 Buaya Hasil Konflik dengan Warga yang Ditampung di Balai PK Pontianak, Ada Berukuran 4,5 Meter

Related Stories

ac50f24a-7f04-4769-a6ec-80464d99ab0d
  • Info
  • Lokal
  • News

Meet On Friday, Band Metalcore Modern asal Pontianak Rilis Single Pertama ‘Sabda’

Editor PI 11/08/2026
IMG_4739
  • Lokal
  • News

Penjual Jamu Keliling Sarankan Minum Jahe Untuk Jaga Daya Tahan Tubuh Saat Kabut Asap

Editor PI 11/08/2026
B04B8C49-7048-4B50-8527-1E80C64D48F7
  • Lokal
  • News

Kemarau Panjang Bikin Air PDAM Pontianak Mulai Asin dan Payau, Warga Diimbau Hemat Air

Editor PI 11/08/2026

Berita Terbaru

  • Meet On Friday, Band Metalcore Modern asal Pontianak Rilis Single Pertama ‘Sabda’ 11/08/2026
  • Penjual Jamu Keliling Sarankan Minum Jahe Untuk Jaga Daya Tahan Tubuh Saat Kabut Asap 11/08/2026
  • Kemarau Panjang Bikin Air PDAM Pontianak Mulai Asin dan Payau, Warga Diimbau Hemat Air 11/08/2026
  • Tak Hanya Sesak Napas, Kabut Asap Karhutla Juga Bisa Bikin Diare Lewat Air Payau 11/08/2026
  • Gubernur Ria Norsan Dukung IAIN Pontianak Naik Status Jadi UIN 11/08/2026
  • Karhutla Hanguskan 28 Ribu Hektare di Kalbar, Gubernur Norsan Minta Semua Pihak Siaga Penuh 11/08/2026

Pemkot

Categories

Baca Berita Lainnya

ac50f24a-7f04-4769-a6ec-80464d99ab0d
  • Info
  • Lokal
  • News

Meet On Friday, Band Metalcore Modern asal Pontianak Rilis Single Pertama ‘Sabda’

Editor PI 11/08/2026
IMG_4739
  • Lokal
  • News

Penjual Jamu Keliling Sarankan Minum Jahe Untuk Jaga Daya Tahan Tubuh Saat Kabut Asap

Editor PI 11/08/2026
B04B8C49-7048-4B50-8527-1E80C64D48F7
  • Lokal
  • News

Kemarau Panjang Bikin Air PDAM Pontianak Mulai Asin dan Payau, Warga Diimbau Hemat Air

Editor PI 11/08/2026
IMG_4767
  • Lokal
  • News

Tak Hanya Sesak Napas, Kabut Asap Karhutla Juga Bisa Bikin Diare Lewat Air Payau

Editor PI 11/08/2026

Pontianak Informasi merupakan barometer informasi seputar Kota Pontianak yang berdiri sejak tahun 2005. Pontianak Informasi akrab dikenal oleh masyarakat Kota Pontianak dengan sebutan PI. Kanal informasi ini juga bagian dari PIFA MEDIA NETWORK.

  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Presiden Prabowo Instruksikan Pengaktifan Kembali Pengecer Gas LPG 3 Kg
  • Tentang PI
  • Kontak dan Iklan
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • PIFA Media Network
  • Tentang PI
  • Kontak dan Iklan
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • PIFA Media Network
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.