Skip to content
Pontianak Informasi

Pontianak Informasi

Barometer Informasi Seputar Pontianak

Primary Menu
  • Home
  • Lokal
  • Kuliner
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Sports
  • Kesehatan
  • Home
  • Internasional
  • BRICS Terancam Bayar Tarif Dagang AS Lebih Mahal, Ketegangan Perdagangan Meningkat
  • Internasional

BRICS Terancam Bayar Tarif Dagang AS Lebih Mahal, Ketegangan Perdagangan Meningkat

Tyo 08/07/2025
BRICS Terancam Bayar Tarif Dagang AS Lebih Mahal, Ketegangan Perdagangan Meningkat

Donald Trump (Dok. Ehite House)

PONTIANAK INFORMASI, Internasional – Negara-negara anggota BRICS menghadapi ancaman serius dari Amerika Serikat setelah Presiden Donald Trump secara terbuka mengumumkan rencana pemberlakuan tarif dagang tambahan sebesar 10% bagi negara mana pun yang mendukung kebijakan anti-Amerika dari kelompok BRICS. Kebijakan ini dinilai dapat memperburuk ketidakpastian dalam hubungan perdagangan internasional serta memicu gelombang proteksionisme baru, terutama di tengah ketegangan geopolitik yang sedang berlangsung.

Penting dicatat bahwa kutipan langsung dari pernyataan Trump di platform Truth Social berbunyi, “Negara mana pun yang mendukung kebijakan anti-Amerika dari BRICS, akan dikenakan tarif tambahan sebesar 10%, tidak akan ada pengecualian untuk kebijakan ini. Terima kasih atas perhatian Anda terhadap masalah ini!”. Pernyataan ini menuai reaksi keras dari berbagai negara anggota BRICS, termasuk Indonesia yang baru saja resmi bergabung pada Januari 2025.

Kebijakan tarif tambahan ini diumumkan bertepatan dengan berlangsungnya KTT BRICS di Rio de Janeiro, Brasil, di mana para pemimpin BRICS mengeluarkan pernyataan bersama yang mengecam kebijakan proteksionisme dan menilai kenaikan tarif dapat mengancam stabilitas perdagangan global. BRICS sendiri saat ini beranggotakan 11 negara, termasuk Brasil, Rusia, India, Tiongkok, Afrika Selatan, Mesir, Ethiopia, Iran, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Indonesia.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning, menegaskan bahwa BRICS bukanlah forum yang bertujuan untuk konfrontasi dengan negara mana pun. “BRICS tidak terlibat dalam konfrontasi dan tidak menargetkan negara apa pun,” ujarnya seperti dilansir dari Global Times melalui Kompas. Sementara itu, Rusia dan Afrika Selatan juga menyampaikan bahwa kolaborasi dalam BRICS tidak pernah ditujukan untuk melawan negara ketiga, melainkan mendorong kerja sama yang saling menguntungkan.

Ancaman tarif tambahan dari AS ini menambah tekanan bagi negara-negara berkembang yang selama ini mengandalkan perdagangan bebas dan multilateral. Indonesia sendiri, sebagai anggota baru BRICS, turut waspada terhadap dampak kebijakan tersebut. Pemerintah Indonesia menyatakan masih menunggu komunikasi resmi dari pihak Amerika Serikat terkait implementasi tarif tambahan ini dan berharap dapat menemukan solusi terbaik melalui jalur diplomasi.

Kebijakan tarif ini diperkirakan mulai berlaku pada 1 Agustus 2025, jika tidak ada kesepakatan dagang baru antara AS dan negara-negara mitra. Para pengamat menilai, langkah Trump ini merupakan sinyal keras bagi negara-negara yang ingin memperkuat aliansi di luar pengaruh Amerika Serikat, sekaligus mempertegas arah kebijakan perdagangan AS yang semakin proteksionis di bawah kepemimpinan Trump.

Tags: Amerika Serikat BRICS Donald Trump Tarif AS

Continue Reading

Previous: Dedi Mulyadi Tegaskan Tak Bisa Bantu Bebaskan Tersangka Perusakan Rumah Retret Sukabumi Saat Temui Anggota Keluarga
Next: Mercedes dan Aston Martin Beri Hadiah untuk Sauber atas Podium Bersejarah Nico Hulkenberg

Related Stories

Badai Salju Dahsyat Landa New York Akumulasi 30 Cm Lumpuhkan Kota Metropolitan
  • Internasional

Badai Salju Dahsyat Landa New York Akumulasi 30 Cm Lumpuhkan Kota Metropolitan

Tyo 24/02/2026
Surat Duka dari Singapura untuk Sheyna: “Kamu Seharusnya Aman”
  • Internasional

Surat Duka dari Singapura untuk Sheyna: “Kamu Seharusnya Aman”

Tyo 11/02/2026
Bocah WNI 6 Tahun Tewas Ditabrak Mobil di Kawasan Wisata Singapura, Sopir Ditahan
  • Internasional

Bocah WNI 6 Tahun Tewas Ditabrak Mobil di Kawasan Wisata Singapura, Sopir Ditahan

Tyo 09/02/2026

Berita Terbaru

  • Nilai Tukar Dolar Naik, Wagub Kalbar Minta Pusat Jaga Stabilitas Ekonomi 02/06/2026
  • Seminar Kebangsaan: Kebangkitan Nasional di Tengah Multikrisis Identitas Bangsa 02/06/2026
  • SPMB 2026, Disdikbud Kalbar Soroti Penumpukan Pendaftar di SMA Kota Pontianak 02/06/2026
  • Disdikbud Kalbar Siapkan Akun Demo SPMB, Orang Tua Bisa Simulasi Daftar Sekolah 02/06/2026
  • Pemkot Genjot Program Pembangunan di Tengah Tekanan Ekonomi 02/06/2026
  • Touring Bareng Ratusan Scooterist, Krisantus: Solidaritas Komunitas Vespa Layak Dicontoh 01/06/2026

Pemkot

Categories

Baca Berita Lainnya

IMG_6740
  • Lokal
  • News

Nilai Tukar Dolar Naik, Wagub Kalbar Minta Pusat Jaga Stabilitas Ekonomi

Editor PI 02/06/2026
Seminar Kebangsaan Bahas Nilai Kebangkitan Nasional di Tengah Multikrisis Identitas Bangsa
  • Lokal

Seminar Kebangsaan: Kebangkitan Nasional di Tengah Multikrisis Identitas Bangsa

Editor PI 02/06/2026
E945A4D2-B2B1-462C-AB83-4AC9A6647680
  • Lokal
  • News

SPMB 2026, Disdikbud Kalbar Soroti Penumpukan Pendaftar di SMA Kota Pontianak

Editor PI 02/06/2026
E945A4D2-B2B1-462C-AB83-4AC9A6647680
  • Lokal
  • News

Disdikbud Kalbar Siapkan Akun Demo SPMB, Orang Tua Bisa Simulasi Daftar Sekolah

Editor PI 02/06/2026

Pontianak Informasi merupakan barometer informasi seputar Kota Pontianak yang berdiri sejak tahun 2005. Pontianak Informasi akrab dikenal oleh masyarakat Kota Pontianak dengan sebutan PI. Kanal informasi ini juga bagian dari PIFA MEDIA NETWORK.

  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Presiden Prabowo Instruksikan Pengaktifan Kembali Pengecer Gas LPG 3 Kg
  • Tentang PI
  • Kontak dan Iklan
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • PIFA Media Network
  • Tentang PI
  • Kontak dan Iklan
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • PIFA Media Network
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.