Skip to content
Pontianak Informasi

Pontianak Informasi

Barometer Informasi Seputar Pontianak

Primary Menu
  • Home
  • Lokal
  • Kuliner
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Sports
  • Kesehatan
  • Home
  • News
  • Isu Rasialisme Diduga Jadi Motif Polisi di Prancis Tembak Mati Remaja Pelanggar Lalu Lintas
  • Internasional
  • News

Isu Rasialisme Diduga Jadi Motif Polisi di Prancis Tembak Mati Remaja Pelanggar Lalu Lintas

Editor PI 30/06/2023
orang-orang-mengikuti-pawai-sebagai-penghormatan-kepada-nahel-seorang-remaja-berusia-17-tahun-yang-ditembak-oleh-seorang-polis_169

Pawai menutut keadilan ditembaknya Nahel. (Reuters)

PONTIANAK INFORMASI, INTERNASIONAL – Seorang remaja 17 tahun bernama Nahel ditembak mati oleh polisi Prancis setelah melanggar undang-undang lalu lintas dan menolak menepi di daerah pinggiran Paris, Nanterre, pada Selasa (27/6/23).

Terkait peristiwa itu, Ibu korban mengatakan bahwa penembakan yang mengakibatkan anaknya mati, ada hubungannya dengan rasialisme.

Mengutip Antara, ibu Nahel, Mounia, mengungkapkan bahwa petugas polisi itu “melihat wajah seorang Arab, seorang anak kecil”, dan “ingin mengambil nyawanya”.

Dalam kejadian tersebut, Mounia tidak ingin menyalahkan institusi, namun dirinya secara tegas menuntut oknum polisi yang menembak anaknya.

“Saya tidak menyalahkan (institusi) polisi. Saya menyalahkan satu orang: orang yang merenggut nyawa anak saya,” ujarnya.

Sementara itu, Jaksa mengatakan bahwa petugas yang menembak mati Nahel itu telah didakwa dengan pembunuhan secara disengaja dan ditahan dalam penahanan pra-sidang.

Pengacara pelaku, Laurent-Franck Lienard, mengungkapkan bahwa kliennya “hancur” dan meminta “pengampunan dari keluarga korban.”

“Dia tidak bangun pada pagi hari untuk membunuh orang. Dia tidak ingin membunuh,” katanya.

Pasca kejadian penembakan tersebut, kerusuhan di Prancis tak bisa dihindarkan.

Bahkan dalam video yang beredar, sejumlah orang mencoba membakar balai kota di Clichy di daerah pinggiran kota Paris. Polisi pun terlibat bentrok dengan pengunjuk rasa.

Menteri Dalam Negeri Prancis Gerald Darmanin melalui akun Twitter-nya mengatakan bahwa sedikitnya 667 orang ditangkap di seluruh Prancis dalam semalam saat bentrok antara polisi dan perusuh yang terjadi di beberapa kota, serta pembakaran toko dan bank, dan perusakan bus. (ad)

Tags: Internasional Kriminal Politik

Continue Reading

Previous: DPRD Kalbar Minta Pemerintah Kembangkan Potensi Ekonomi Perbatasan
Next: Diejek Kalah Melulu Tapi Tetap Nyapres, Prabowo: Biar Aja

Related Stories

IMG_1178
  • Lokal
  • News

Syarif Abdullah: Tol Pontianak-Kijing Bukan Dicoret dari PSN, Memang Belum Masuk Daftar Proyek Nasional

Editor PI 16/07/2026
IMG_1168
  • News

Banggar DPR RI Serap Keluhan Pemda di Kalbar, DBH hingga Gaji Pegawai Jadi Sorotan

Editor PI 16/07/2026
IMG_1171
  • News

Tak Berpenampilan Bak “Noni Belanda” Sarifah Suraidah Tampil Seba Hitam Saat Kunker ke Kalbar

Editor PI 16/07/2026

Berita Terbaru

  • Syarif Abdullah: Tol Pontianak-Kijing Bukan Dicoret dari PSN, Memang Belum Masuk Daftar Proyek Nasional 16/07/2026
  • Banggar DPR RI Serap Keluhan Pemda di Kalbar, DBH hingga Gaji Pegawai Jadi Sorotan 16/07/2026
  • Tak Berpenampilan Bak “Noni Belanda” Sarifah Suraidah Tampil Seba Hitam Saat Kunker ke Kalbar 16/07/2026
  • Tiket Pesawat Naik, Penumpang Kapal Pelni Pontianak Melonjak saat Libur Sekolah 16/07/2026
  • Hari Kedua Pencarian, Bocah 10 Tahun yang Jatuh ke Sungai Landak Ditemukan Tak Bernyawa 16/07/2026
  • Musim Buah Bikin Sampah di Pontianak Naik 20 Persen, DLH Tambah Armada Angkut 16/07/2026

Pemkot

Categories

Baca Berita Lainnya

IMG_1178
  • Lokal
  • News

Syarif Abdullah: Tol Pontianak-Kijing Bukan Dicoret dari PSN, Memang Belum Masuk Daftar Proyek Nasional

Editor PI 16/07/2026
IMG_1168
  • News

Banggar DPR RI Serap Keluhan Pemda di Kalbar, DBH hingga Gaji Pegawai Jadi Sorotan

Editor PI 16/07/2026
IMG_1171
  • News

Tak Berpenampilan Bak “Noni Belanda” Sarifah Suraidah Tampil Seba Hitam Saat Kunker ke Kalbar

Editor PI 16/07/2026
IMG_1132
  • Lokal
  • News

Tiket Pesawat Naik, Penumpang Kapal Pelni Pontianak Melonjak saat Libur Sekolah

Editor PI 16/07/2026

Pontianak Informasi merupakan barometer informasi seputar Kota Pontianak yang berdiri sejak tahun 2005. Pontianak Informasi akrab dikenal oleh masyarakat Kota Pontianak dengan sebutan PI. Kanal informasi ini juga bagian dari PIFA MEDIA NETWORK.

  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Presiden Prabowo Instruksikan Pengaktifan Kembali Pengecer Gas LPG 3 Kg
  • Tentang PI
  • Kontak dan Iklan
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • PIFA Media Network
  • Tentang PI
  • Kontak dan Iklan
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • PIFA Media Network
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.