Foto : EPA
PONTIANAK INFORMASI, Internasional – Polandia menutup sebagian wilayah udaranya di dekat perbatasan dengan Ukraina pada Minggu, 28 September 2025, menyusul meningkatnya ancaman serangan udara jarak jauh dari Rusia. Keputusan ini diambil sebagai langkah pencegahan untuk menjaga keamanan nasional di tengah situasi militer yang memanas. Penutupan wilayah udara mencakup area sekitar kota Lublin dan Rzeszow di tenggara Polandia.
Militer Polandia mengerahkan pesawat jet tempur untuk mengamankan wilayah udara mereka. Dalam pernyataan yang dikutip dari platform X oleh Kompas.com, Angkatan Bersenjata Polandia menyatakan, “Menyusul aktivitas serangan jarak jauh dari Federasi Rusia yang melakukan serangan ke arah Ukraina, pesawat tempur sedang beroperasi di ruang udara kami.”
Penutupan wilayah udara ini berlangsung bersamaan dengan peningkatan aktivitas militer Rusia terhadap Ukraina yang sudah berlangsung lebih dari 12 jam. Sistem radar pertahanan udara Polandia ditempatkan pada tingkat siaga tertinggi. Jet tempur NATO F-35 turut berpatroli untuk menjaga wilayah udara tetap steril dari gangguan.
Sebelumnya, Polandia dan sekutunya juga menembak jatuh beberapa drone Rusia yang melanggar wilayah udara Polandia. Perdana Menteri Polandia, Donald Tusk, menyatakan bahwa pemerintah serius menanggapi pelanggaran ini dan mengkoordinasikan langkah-langkah bersama NATO untuk keamanan kolektif. “Operasi sedang berlangsung terkait pelanggaran berulang wilayah udara Polandia. Militer telah menggunakan persenjataan terhadap objek-objek tersebut,” ujar Tusk, dilansir dari The Guardian.
Situasi ini juga mendapat perhatian dari Ukraina, di mana Menteri Luar Negeri Andrii Sybiha menegaskan pentingnya sistem pertahanan kolektif. Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menilai serangan ini sebagai ancaman besar bagi stabilitas Eropa. Sementara itu, Angkatan Udara Ukraina melaporkan telah menembak jatuh ratusan drone dan puluhan rudal dalam beberapa hari terakhir.
Selain penutupan wilayah udara, Polandia juga menutup beberapa bandara utama seperti Bandara Chopin di Warsawa dan Bandara Rzeszów-Jasionka akibat ancaman serangan. Penutupan ini berdampak pada aktivitas penerbangan sipil dan menandai eskalasi keamanan yang memprihatinkan di kawasan tersebut.
