PONTIANAK INFORMASI.CO, Lokal – Panitia Perayaan Imlek dan Cap Go Meh (CGM) Kota Singkawang 2026 berhasil menghimpun dana donasi sebesar Rp2,3 miliar melalui kegiatan penggalangan dana yang digelar di Singkawang dan Jakarta. Meski demikian, jumlah tersebut masih belum mencukupi kebutuhan anggaran keseluruhan penyelenggaraan yang diperkirakan mencapai lebih dari Rp9 miliar.
Wali Kota Singkawang, Tjhai Chui Mie, menyampaikan bahwa penggalangan dana dilakukan dengan melibatkan masyarakat Singkawang yang berdomisili di luar daerah, khususnya di Jakarta, serta para pihak yang memiliki kepedulian terhadap pelestarian budaya dan pengembangan pariwisata di Singkawang, Kalimantan Barat.
Penggalangan dana sudah dilakukan dua kali, yakni di Singkawang dan Jakarta. Total dana yang terkumpul dari para donatur saat ini sebesar Rp2,3 miliar,” kata Wali Kota Singkawang Tjhai Chui Mie di Singkawang, Minggu (25/1/2026)
Ia menjelaskan, kebutuhan anggaran untuk penyelenggaraan Imlek dan Cap Go Meh 2026 diperkirakan mencapai lebih dari Rp9 miliar. Oleh karena itu, panitia masih membutuhkan dukungan tambahan agar seluruh rangkaian kegiatan dapat terlaksana secara optimal.
“Dana yang terkumpul masih belum mencukupi kebutuhan keseluruhan kegiatan, sehingga panitia terus membuka peluang dukungan dan partisipasi,” ujarnya.
Selain penggalangan dana secara langsung, panitia juga mengajukan proposal kerja sama kepada perusahaan swasta, instansi pemerintah, badan usaha milik negara (BUMN), hingga badan usaha milik daerah (BUMD). Skema sponsorship disiapkan dalam beberapa kategori, mulai dari Platinum, Diamond, Silver, hingga Bronze, yang disesuaikan dengan kontribusi dan manfaat bagi mitra pendukung.
Ketua Pelaksana Perayaan Imlek dan Cap Go Meh Singkawang 2026, Bun Cin Thong, mengatakan bahwa persiapan teknis di lapangan terus dimatangkan, termasuk penataan kota dan koordinasi lintas divisi kepanitiaan.
“Hingga saat ini, kemajuan hiasan kota telah mencapai sekitar 60 persen dan ditargetkan selesai dalam satu pekan ke depan,” kata Bun Cin Thong.
Ia menambahkan, panitia juga berkolaborasi dengan panitia Ramadhan Fair dalam penataan ornamen kota di sejumlah ruas jalan utama. Kolaborasi ini diwujudkan melalui penggabungan hiasan Imlek dan Ramadan sebagai simbol keharmonisan dan toleransi antarumat beragama di Kota Singkawang.
Untuk rangkaian seni dan budaya, pusat kegiatan akan dipusatkan di Stadion Kridasana Singkawang. Panitia menyiapkan panggung pertunjukan yang akan menampilkan seni budaya dari 17 paguyuban etnis selama 14 hari pelaksanaan.
Bun Cin Thong menegaskan, penyelenggaraan Imlek dan Cap Go Meh 2026 tetap mengedepankan kualitas acara dengan prinsip efisiensi anggaran, serta melibatkan berbagai unsur masyarakat.
“Perayaan ini merupakan milik seluruh masyarakat Singkawang. Kepanitiaan juga melibatkan berbagai etnis sebagai wujud kebersamaan dan toleransi,” ujarnya.
Panitia berharap dukungan dari berbagai pihak terus mengalir agar perayaan Imlek dan Cap Go Meh Singkawang 2026 dapat berlangsung sukses dan tetap menjadi agenda budaya unggulan yang dikenal secara nasional maupun internasional.
