PONTIANAK INFORMASI – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pontianak menemukan dugaan unsur kesengajaan dalam sejumlah kejadian kebakaran lahan yang terjadi di beberapa titik wilayah Kota Pontianak.
Kepala BPBD Kota Pontianak, Nasir, mengungkapkan bahwa salah satu temuan mencurigakan berada di kawasan baris dua ujung sekitar Gang Masjid, Paris II. Laporan awal diterima dari masyarakat yang melihat aktivitas mencurigakan di lokasi tersebut.
“Petugas langsung ke lokasi, namun orang yang dicurigai sudah tidak ada. Di lokasi kami menemukan barang bukti berupa botol berisi bensin serta tumpukan tumbuhan kering yang diduga digunakan untuk memicu kebakaran,” kata Nasir.
Seluruh barang bukti tersebut telah diamankan dan diserahkan kepada pihak kepolisian untuk ditindaklanjuti. BPBD, kata Nasir, terus berkoordinasi dengan aparat penegak hukum karena penanganan kasus ini mengarah pada dugaan tindak pidana.
“Untuk prosesnya tentu perlu pembuktian, pengumpulan barang bukti dan saksi. Kami selalu berkoordinasi dengan kepolisian dan memantau perkembangan penanganannya,” jelasnya.
Nasir menyebutkan, sejak pertengahan Januari, titik-titik kebakaran lahan muncul secara menyebar. Awalnya terjadi di kawasan Purnama Dua Dalam dekat pesantren, kemudian berpindah ke Perdana Ujung, Paris II (Kampung KB), Gang Masjid Paris II, Sepakat II, hingga kawasan Jalan Alovera Ujung.
“Kebakaran tahun ini tidak sebesar tahun lalu. Kalau tahun lalu cukup besar di Sepakat II Dalam, sekarang justru lebih banyak di kawasan Paris II Dalam dan Jalan Alovera, kemungkinan akibat penyebaran api melalui lahan gambut,” ujarnya.
Dalam proses pemadaman, BPBD mengaku menghadapi kendala utama berupa keterbatasan sumber air. Meski demikian, petugas tetap melakukan upaya maksimal dengan menggunakan tandon berkapasitas besar dan mesin penyedot air.
“Penanganan tidak hanya dilakukan BPBD, tetapi juga melibatkan Damkar swasta, TNI, dan kepolisian,” tambah Nasir.
Terkait penyebab kebakaran, Nasir menyebutkan sebagian besar titik api masih dalam tahap penyelidikan. Namun dari tanda-tanda di lapangan, terdapat dugaan kuat adanya unsur kesengajaan.
“Kami belum bisa menyimpulkan karena tidak selalu tertangkap tangan. Tapi dari pola dan temuan di lapangan, memang mengarah ke dugaan kesengajaan,” katanya.
Nasir pun mengimbau masyarakat, khususnya di wilayah Kelurahan Bansir Darat, Bangka Belitung Darat, Akcaya, serta Kecamatan Pontianak Utara, agar segera melaporkan jika melihat potensi kebakaran sekecil apa pun.
“Segera laporkan ke lurah, camat, atau langsung ke BPBD supaya bisa cepat ditangani. Kalau memungkinkan, dokumentasikan berupa foto atau video. Ke depan, penindakan hukum akan kami utamakan bagi pelaku pembakaran,” tegasnya.
