PONTIANAK INFORMASI – Wakil Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI sekaligus Ketua Delegasi Tim Fraksi NasDem, Syarif Abdullah Alkadrie, meluruskan informasi yang beredar di media sosial mengenai proyek Jalan Tol Pontianak-Kijing.
Menurut Syarif, kabar yang menyebut proyek tersebut dicoret dari daftar Proyek Strategis Nasional (PSN) tidak benar. Ia menegaskan, hingga saat ini Jalan Tol Pontianak-Kijing memang belum pernah masuk dalam daftar PSN.
“Saya baca di media sosial. Jadi begini, jalan tol Pontianak itu memang kita usulkan dan sudah dibahas di Komisi V DPR RI, tetapi masih pada tahap feasibility study (FS). Jadi kalau ada yang mengatakan dicoret dari PSN, itu tidak benar karena memang jalan tol tersebut belum pernah masuk PSN,” kata Syarif.
Ia menjelaskan, realisasi pembangunan jalan tol masih bergantung pada kemampuan fiskal negara. Pemerintah juga berharap keterlibatan pihak ketiga atau investor agar proyek tersebut dapat direalisasikan.
“Realisasinya tentu melihat kemampuan fiskal. Kita berharap ada pihak ketiga yang bisa melaksanakan pembangunan jalan tol itu,” ujarnya.
Syarif menilai keberadaan Jalan Tol Pontianak-Kijing sangat penting karena akan mendukung konektivitas menuju Pelabuhan Internasional Kijing. Menurutnya, kapasitas jalan yang ada saat ini berpotensi tidak lagi memadai apabila aktivitas pelabuhan semakin meningkat.
“Jalan menuju Kijing harus menjadi perhatian karena di sana ada pelabuhan internasional. Dengan kondisi jalan yang ada sekarang, ketika pelabuhan itu beroperasi secara maksimal tentu akan terjadi peningkatan arus lalu lintas,” katanya.
Ia menambahkan, rencana pembangunan Jalan Tol Pontianak-Kijing juga akan terintegrasi dengan pembangunan Jembatan Kapuas III. Namun, proyek tersebut juga masih menghadapi tantangan yang sama, yakni keterbatasan fiskal pemerintah.
“Jembatan Kapuas III desainnya sudah selesai. Tetapi kembali lagi, semua bergantung pada kemampuan fiskal negara. Kondisi geopolitik global saat ini juga ikut memengaruhi kemampuan fiskal kita untuk membiayai pembangunan,” jelasnya.
Meski demikian, Syarif memastikan rencana pembangunan Jalan Tol Pontianak-Kijing dan Jembatan Kapuas III tetap menjadi bagian dari rencana pengembangan infrastruktur Kementerian Pekerjaan Umum, termasuk dalam pengembangan jalan lingkar luar Kota Pontianak.
