Skip to content
Pontianak Informasi

Pontianak Informasi

Barometer Informasi Seputar Pontianak

Primary Menu
  • Home
  • Lokal
  • Kuliner
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Sports
  • Kesehatan
  • Home
  • News
  • Harisson Blusukan di Pasar Ratu Melati Ketapang
  • Lokal
  • News

Harisson Blusukan di Pasar Ratu Melati Ketapang

Editor PI 16/01/2024
Harisson

Pj Gubernur Kalbar, Harisson, blusukan di pasar Ratu Melati Ketapang. (Dok. Istimewa)

PONTIANAK INFORMASI, LOKAL – Pj Gubernur Kalimantan Barat, Harisson bersama Pj Ketua TP-PKK Kalbar Windy Prihastari melanjutkan agenda kunjungan kerjanya di Kabupaten Ketapang, Selasa (16/1) pagi.

Mengawali kunker di Kota Ale-ale, orang nomor satu di Kalbar itu langsung turun ke Pasar Tradisional Ratu Melati di Jalan Ir Juanda Ketapang. Harisson menyambangi langsung satu persatu lapak para pedagang dan berbincang dengan warga yang tengah berbelanja.

Tak sekadar meninjau harga-harga, Pj Gubernur Harisson pun turut memborong sejumlah kebutuhan pokok. Misalnya telur ayam, minyak goreng, margarin, santan dan ikan.

Harisson mengungkapkan bahwa yang dilakukannya dengan turun ke pasar-pasar tradisional sejalan dengan perintah Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) yang memerintahkan para kepala daerah untuk sering turun ke pasar tradisional.

“Pak Presiden meminta seluruh kepala daerah di Indonesia ini untuk turun langsung ke pasar-pasar tradisional seluruh kabupaten dan kota termasuk di Kabupaten Ketapang untuk memantau harga,” kata Harisson.

Turun langsung ke pasar-pasar sudah menjadi agenda wajib Pj Gubernur Harisson dan Windy saat kunker ke kabupaten dan kota. Hal tersebut dilakukannya untuk mengetahui perkembangan harga bahan pokok secara langsung di tengah-tengah masyarakat, mengingat situasi dunia saat ini yang tak menentu akibat dampak perang dan perubahan iklim.

Di Pasar Ratu Melati sendiri, Harisson menyoroti lonjakan harga ayam potong yang menurutnya harus menjadi perhatian. Hal ini terjadi lantaran kurangnya pasokan ayam di Kabupaten Ketapang sehingga harus didatangkan dari Pangkalanbun Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng)

“Ayam potong di Ketapang ini harganya Rp40 ribu per kilogram, untuk bahan pokok yang lain masih stabil. Lonjakan harga ayam potong ini saya pikir karena pasokan dari Ketapang memang kurang jadi para pedagang mengambil pasokan dari Pangkalanbun karena kalau dari Kota Pontianak telalu jauh,” kata dia.

Dalam kesempatan itu Harisson turut mengapresiasi para pedagang Pasar Ratu Melati Ketapang. Di mana sebagian besar para pedagangnya telah menggunakan layanan pembayaran. Sehingga para ibu-ibu atau para pengunjung pasar cukup membawa telpon genggam untuk bisa berbelanja di Pasar Ratu Melati Ketapang.

“Tapi sebagian besar harga bahan pokok di Ketapang ini cukup aman. Ketapang ini harus kita jaga stabilitasnya karena sudah masuk dalam perhitungan inflasi,” kata Harisson.

Dalam perbincangannya dengan pengurus koperasi Pasar Ratu Melati, Harisson mengungkapkan keinginan pedagang agar Pasar Ratu Melati Ketapang dibenahi menjadi pasar modern. Meski begitu menurutnya hal itu memerlukan kerjasama dari Pemerintah Kabupaten Ketapang dan Pemerintah Provinsi Kalbar.

Di Pasar Ratu Melati Kabupaten Ketapang tersebut Pj Ketua TP-PKK Provinsi Kalbar Windy Prihastari pun sekaligus berbelanja langsung berbagai kebutuhan pokok, utamanya bahan-bahan yang diperlukan untuk edukasi Makanan Pendamping ASI (MPASI) tepat gizi di Posyandu. (ap)

Tags: Kalbar Pangan Pemprov Kalbar Pontianak

Continue Reading

Previous: Pj Wako Sebut Stunting di Pontianak Timur Turun 50 Persen dalam Setahun
Next: Viral Caleg di Bondowoso Siap Jual Ginjal Demi Biaya Kampanye

Related Stories

fe7faf29-a008-4bc6-a524-f00fbd75377c
  • Lokal
  • News

Naik Dango ke-3 Dimulai, Wako Edi: Jaga dan Lestarikan Nilai Kearifan Lokal

Editor PI 21/04/2026
207d7534-45d8-453c-b458-14f0713907f7
  • Lokal
  • News

Sosialisasikan PPDB 2026, Bahasan Sebut Akan Tindak Tegas Praktik Siswa Titipan

Editor PI 21/04/2026
IMG_2277
  • News

DPRD Kalbar: Kenaikan BBM Non Subsidi Bisa Picu Kenaikan Harga Barang

Editor PI 21/04/2026

Berita Terbaru

  • Naik Dango ke-3 Dimulai, Wako Edi: Jaga dan Lestarikan Nilai Kearifan Lokal 21/04/2026
  • Sosialisasikan PPDB 2026, Bahasan Sebut Akan Tindak Tegas Praktik Siswa Titipan 21/04/2026
  • DPRD Kalbar: Kenaikan BBM Non Subsidi Bisa Picu Kenaikan Harga Barang 21/04/2026
  • Ketua DPRD Kalbar Hadiri Musrenbang RKPD 2027, Dorong Percepatan Tol Supadio–Kijing 21/04/2026
  • Pria Jambret HP Bocah di Pontianak Berhasil Ditangkap, Kenangan Foto Bersama Almarhum Ayah Hilang 21/04/2026
  • IBI di Garda Terdepan: Menguatkan Peran Bidan dalam Transformasi Kesehatan Ibu dan Anak 21/04/2026

Pemkot

Categories

Baca Berita Lainnya

fe7faf29-a008-4bc6-a524-f00fbd75377c
  • Lokal
  • News

Naik Dango ke-3 Dimulai, Wako Edi: Jaga dan Lestarikan Nilai Kearifan Lokal

Editor PI 21/04/2026
207d7534-45d8-453c-b458-14f0713907f7
  • Lokal
  • News

Sosialisasikan PPDB 2026, Bahasan Sebut Akan Tindak Tegas Praktik Siswa Titipan

Editor PI 21/04/2026
IMG_2277
  • News

DPRD Kalbar: Kenaikan BBM Non Subsidi Bisa Picu Kenaikan Harga Barang

Editor PI 21/04/2026
IMG_2237
  • Lokal
  • News

Ketua DPRD Kalbar Hadiri Musrenbang RKPD 2027, Dorong Percepatan Tol Supadio–Kijing

Editor PI 21/04/2026

Pontianak Informasi merupakan barometer informasi seputar Kota Pontianak yang berdiri sejak tahun 2005. Pontianak Informasi akrab dikenal oleh masyarakat Kota Pontianak dengan sebutan PI. Kanal informasi ini juga bagian dari PIFA MEDIA NETWORK.

  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Presiden Prabowo Instruksikan Pengaktifan Kembali Pengecer Gas LPG 3 Kg
  • Tentang PI
  • Kontak dan Iklan
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • PIFA Media Network
  • Tentang PI
  • Kontak dan Iklan
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • PIFA Media Network
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.