Kunjungan General Manager PT. PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Kalbar, Agustinus Bargowo Wahyu Jatmiko ke Gubernur Kalbar. (Dok. Istimewa)
PONTIANAK INFORMASI, LOKAL – Gubernur Kalimantan Barat, H. Sutarmidji, S.H., M.Hum., menerima kunjungan dari General Manager PT. PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Kalbar, Agustinus Bargowo Wahyu Jatmiko, dan timnya di Ruang Kerja Gubernur di Kantor Gubernur Kalbar pada Selasa (29/8/2023).
Pertemuan ini bertujuan untuk melaporkan kemajuan kegiatan Progres Listrik Desa di Kalimantan Barat tahun 2023 dan untuk menyerahkan sebuah buku berjudul “Daftar Program Listrik Desa Tahun 2023-2024” kepada Gubernur.
Gubernur Kalbar memberikan apresiasi terhadap upaya PLN dalam mempercepat pembangunan infrastruktur kelistrikan di Kalimantan Barat. Listrik, yang saat ini menjadi kebutuhan utama masyarakat, menjadi indikator penting dalam mengukur Indeks Desa Mandiri (IDM) di wilayah Kalimantan Barat.
“Semakin banyak desa yang telah berlistrik maka semakin banyak desa-desa yang mampu ditingkatkan statusnya dari desa tertinggal menjadi desa mandiri. Listrik menjadi salah satu faktor utama dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat di pedesaan. Tanpa listrik rasanya sulit untuk maju, segala potensi masyarakat pun sulit untuk dikembangkan,” tuturnya.
Gubernur juga mengharapkan agar PLN terus berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk mempercepat pembangunan infrastruktur kelistrikan di desa-desa yang masih belum teraliri listrik dari PLN.
“Saya harap PLN dapat terus bekerjasama dengan berbagai stakeholder termasuk dengan Pemerintah Provinsi Kalbar maupun Pemerintah Kabupaten agar upaya pembangunan infrastruktur kelistrikan dapat berjalan dengan baik dan lancar,” tandasnya.
Dalam kesempatan yang sama, GM PLN UID Kalbar menjelaskan bahwa PLN dan Pemerintah Provinsi Kalbar bersatu dalam tekad untuk menyelesaikan masalah pasokan listrik di wilayah Kalbar.
” Dalam audiensi ini, kami melaporkan kepada Bapak Gubernur mengenai listrik desa di Kalbar. Karena Ada 2.145 desa di seluruh Kalbar, namun yang belum berlistrik PLN ada 421 desa, tetapi bisa jadi 421 desa ini sudah berlistrik namun bukan dari PLN (non PLN). PLN tetap memberikan opsi atau pilihan dan kami tetap membangun jaringan masuk desa tersebut,” kata GM PLN UID Kalbar.
Selain itu, GM PLN UID Kalbar juga menyampaikan bahwa pada periode Januari hingga Agustus 2023, PLN telah menyelesaikan pasokan listrik ke 58 desa dari total 421 desa.
“Tahun ini kita targetkan diatas 100 desa dan mudah-mudahan bisa kita selesaikan. Kami juga melaporkan bahwa ada daerah yang sebelumnya listriknya hanya beroperasi 12 jam (6 sore hingga 6 pagi). Kami juga sudah membangun di daerah tersebut sehingga listrik di kawasan tersebut sebanyak 16 lokasi menjadi 24 jam tidak lagi beroperasi 12 jam,” terang dia.
GM PLN UID Kalbar menegaskan bahwa mereka akan terus berupaya dan berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Kalbar untuk mengatasi wilayah-wilayah di Kalbar yang belum mendapatkan pasokan listrik selama 24 jam.
“Kami akan terus berusaha mengupayakan yang saat ini ada daerah yang masih beroperasi 12 jam nanti secara bertahap akan kami jadikan 24 jam,” ungkapnya. (yd)
