PONTIANAKINFORMASI.CO.ID, PONTIANAK – Kejuaraan Basket Usia Dini (BUDI), yang digelar Pontianak Veteran Basket Competition (PVBC) kembali digelar. Kompetisi yang sudah memasuki tahun ke-9 ini diselenggarakan mulai dari tanggal 14-24 April 2025 di GOR Perbasi Kota Pontianak.
Sebanyak 38 tim yang terdiri dari SD ada 18 tim, SMP Putri ada 12 tim dan SMP Putra ada 18 Tim akan bersaing merebut piala bergengsi tersebut.
Pembukaan kejuaraan ini turut dihadiri oleh Ketua Umum KONI Kota Pontianak, Nanang Setiabudi, serta Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Kota Pontianak, Rizal Almutahar, yang secara resmi membuka kompetisi tersebut.
Rizal Almutahar sangat mengapresiasi digelarnya PVBC XI Budi 2024. Menurutnya, dengan semaraknya berbagai pertandingan yang berkualitas, telah ditunjukkan oleh para pebasket muda terbaik Kalbar di ajang yang mempertandingkan beberapa kategori kelompok umur tersebut.
“Saya tentunya sangat mengapresiasi dan menyambut baik serta berterima kasih dengan digelarnya kejuaraan ini. Dengan adanya kejuaraan ini, tentunya semakin menambah pola-pola pembinaan atlet muda di Kalbar, khususnya Bola Basket,” tuturnya.
Menurut Rizal, pengenalan olahraga basket di kalangan anak-anak bisa membantu tumbuh kembang anak agar sehat dan kuat mentalnya, menanamkan jiwa sportivitas dan bisa membanggakan orang tua, keluarga, bangsa dan negara.
“Apalagi jika berhasil menjadi atlet nasional, mengharumkan nama Kalbar dan bahkan Indonesia,” katanya
Sementara itu, Ketua Umum Pelaksana PVBC BUDI Cup IX, Murtopo Bong mengatakan bahwa PVBC BUDI Cup bukan sekadar ajang kompetisi, tetapi juga sarana pembinaan, aktualisasi latihan, dan media ekspresi bagi pelajar yang selama ini berlatih melalui kegiatan ekstrakurikuler atau sekolah basket.
“Antusias peserta tahun ini luar biasa. SD ada 18 tim, SMP putri 12 tim, dan SMP putra 18 tim. Ini bukti bahwa anak-anak butuh wadah kompetisi yang nyata. Kami berharap kompetisi seperti ini terus tumbuh, bahkan menjadi inspirasi bagi sekolah atau organisasi lain untuk menyelenggarakan ajang serupa,” tambahnya.
Murtopo mengatakan, Kejuaraan ini terbukti selalu dinantikan, karena telah berhasil mengantarkan pebasket profesional yang bermain di Indonesian Basketball League (IBL).
“Awalnya, tidak ada yang mau menyelenggarakan kompetisi antar SD dan SMP karena dinilai tidak menguntungkan. Tapi saya yakin, dari sinilah bibit-bibit pebasket profesional akan lahir. Maka kami jalankan dengan swadaya dan dukungan komunitas,” jelasnya.
