Syarifah Suraidah
PONTIANAK INFORMASI – Nama Syarifah Suraidah mendadak ramai diperbincangkan di media sosial. Sorotan menguat di tengah polemik pengadaan mobil dinas Gubernur Kalimantan Timur senilai sekitar Rp8,5 miliar yang menuai kritik dari berbagai kalangan.
Di tengah arus kritik tersebut, gaya penampilan dan kehidupan sosial Syarifah ikut menjadi bahan perbincangan warganet. Ia memang dikenal memiliki gaya busana yang nyentrik dan glamor dalam berbagai kesempatan.
Salah satu video yang diunggah melalui akun Instagram pribadinya memperlihatkan dirinya berjalan-jalan ke bazar PKK mengenakan busana biru bermotif bunga pink. Penampilannya dilengkapi kalung mutiara, anting putih, serta topi lebar (wide-brimmed hat).
Unggahan itu menuai beragam respons. Sejumlah warganet memuji penampilannya dan menyebutnya anggun. Namun tak sedikit pula yang mengkritik gaya busana tersebut, bahkan menyinggung kesesuaian pakaian dengan agenda kegiatan yang dihadiri.
Profil dan Karier Politik
Syarifah Suraidah dikenal sebagai istri dari Rudy Mas’ud yang menjabat sebagai Gubernur Kalimantan Timur sejak 20 Februari 2025. Rudy merupakan politikus Partai Golkar yang sebelumnya duduk sebagai anggota DPR RI periode 2019–2024 sebelum terpilih memimpin Kalimantan Timur.
Tak hanya mendampingi kepala daerah, Syarifah juga aktif di dunia politik. Ia tercatat sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia periode 2024–2029 dari daerah pemilihan Kalimantan Timur, menggantikan Rudy Mas’ud yang maju dalam Pilgub Kaltim.
Di parlemen, ia bertugas di Komisi VI yang membidangi sektor perdagangan, pengawasan persaingan usaha, dan BUMN.
Sorotan di Luar Negeri
Di luar aktivitas organisasi dan politik, Syarifah juga terlihat mendampingi suaminya dalam sejumlah kunjungan kerja, termasuk mengikuti rombongan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur ke luar negeri seperti kunjungan ke Maroko. Keikutsertaannya dalam rombongan tersebut sempat memunculkan pertanyaan publik terkait kapasitasnya dalam agenda resmi tersebut.
Meski tengah menjadi trending topic, sorotan terhadap Syarifah tidak hanya berkutat pada gaya hidup, tetapi juga pada peran dan posisinya sebagai figur publik di lingkup pemerintahan dan organisasi kemasyarakatan.
