PONTIANAKINFORMASI.CO.ID, NASIONAL – Gilang Aprilian Nugraha Pratama alias Gilang Bungkus kembali menjadi perbincangan hangat di media sosial setelah diduga kembali beraksi pasca-bebas dari penjara. Informasi ini pertama kali diungkap oleh akun X @sehitamsabit dan kemudian dikutip oleh berbagai akun lainnya.
“Masih inget kasus Gilang Bungkus? Sekarang dia udah keluar penjara dan ada bukti dia nyari korban baru. Kalau dulu targetnya anak film, sekarang ke anak literatur,” tulis akun @HabisNontonFilm pada Rabu (12/3/2025).
Kilasan Kasus Gilang Bungkus
Kasus ini pertama mencuat pada 2020 ketika seorang korban berinisial W mengungkap pengalaman pelecehannya oleh Gilang, yang saat itu merupakan mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Dengan dalih penelitian, Gilang meminta korban untuk membungkus tubuhnya dengan kain jarik, yang belakangan diketahui sebagai bagian dari fetishnya. Kasus ini menjadi viral hingga akhirnya polisi menangkapnya di Kapuas, Kalimantan Tengah.
Gilang dijerat berbagai pasal, termasuk UU ITE dan UU Perlindungan Anak, serta divonis 5,5 tahun penjara dan denda Rp50 juta oleh Pengadilan Negeri Surabaya.
Kembali Berulah?
Kini, setelah bebas, Gilang diduga kembali menargetkan korban baru. Seorang korban berinisial R mengaku telah dihubungi Gilang usai keduanya terlibat dalam kompetisi penulisan cerpen nasional. Gilang disebut mulai mengirim pesan intimidatif melalui Instagram dan meminta nomor WhatsApp korban.
“Saya mulai dihubungi tanggal 3 Maret malam, tepat setelah pengumuman pemenang kompetisi. Saya yakin itu Gilang setelah ia menanyakan soal praktik pembungkusan jenazah,” ujar R seperti dikutip dari CNNIndonesiacom.
Setelah curiga, R memblokir nomor dan akun media sosial Gilang, tetapi pelaku justru menghubungi teman-teman dan keluarganya. Meski merasa terancam, R mengaku belum melaporkan kejadian ini ke polisi dan berharap pihak berwenang segera mengambil tindakan.
Kasus ini kembali menimbulkan keresahan di kalangan warganet, yang mendesak aparat kepolisian untuk bertindak cepat sebelum ada korban baru.
