PONTIANAK INFORMASI – Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono mendesak agar Terminal Internasional Kijing di Kabupaten Mempawah segera beroperasi penuh.
Hal itu disampaikannya menanggapi keluhan warga terkait banyaknya mobil tronton yang parkir di bahu Jalan Komyos Sudarso untuk menunggu antrean kapal peti kemas di Pelabuhan Dwikora Pontianak.
Keberadaan tronton yang parkir di bahu jalan tersebut dikeluhkan warga karena dinilai mengganggu arus lalu lintas dan membahayakan keselamatan pengguna jalan, terutama pada malam hari akibat minimnya tanda peringatan.
“Kita berharap Pelabuhan Kijing segera dioperasionalkan supaya mengurangi beban jalan di Komyos Sudarso. Itu solusi jangka panjangnya,” kata Edi.
Menurutnya, persoalan tronton yang parkir di kawasan pelabuhan dwikora memang cukup dilematis lantaran tingginya aktivitas bongkar muat tidak diimbangi kapasitas lahan parkir yang memadai.
“Kalau tronton memang dilematis sekali, karena di Jalan Komyos Sudarso itu kan ada pelabuhan. Lahan parkir pelabuhan terbatas, jadi sambil menunggu kapal datang atau antrean bongkar muat, kadang tronton masih parkir di situ,” ujarnya.
Edi menyebut, Dinas Perhubungan Kota Pontianak hampir setiap hari melakukan penertiban terhadap kendaraan yang parkir di bahu jalan tersebut.
“Dinas Perhubungan setiap hari mengempeskan ban kendaraan itu. Kalau menilang bukan tugas kita, tugas kita mengempeskan dan memberi sanksi,” katanya.
Terkait usulan warga agar dipasang lampu maupun tanda peringatan di sekitar lokasi parkir tronton, Edi menilai langkah tersebut penting guna meminimalisir risiko kecelakaan lalu lintas pada malam hari.
“Betul, karena kita kan tidak mungkin 24 jam mengawasi di situ. Kita juga sudah mengingatkan kepada pengusaha tronton, tapi memang jumlah mobilnya sangat banyak sambil menunggu antrean kapal datang atau bongkar muat,” tuturnya.
