Barang Bukti (Foto : KOMPAS.com/HERU DAHNUR)
PONTIANAK INFORMASI, Nasional – Situasi mendebarkan mewarnai penggerebekan seorang bandar narkoba di Kabupaten Bangka Barat. Dalam operasi yang berlangsung di Kampung Tanjung Sawah, Mentok, aparat kepolisian hampir terlibat baku tembak dengan pelaku saat hendak melakukan penangkapan. Beruntung, peristiwa tersebut dapat dikendalikan tanpa korban jiwa setelah pelaku berhasil diamankan oleh pihak berwajib.
Menurut laporan yang dilansir dari Bangka Tribune News, pelaku berinisial MS alias U (29), merupakan warga setempat yang selama ini dikenal sebagai sosok misterius di lingkungannya. Penggerebekan dilakukan setelah aparat menerima laporan mengenai aktivitas mencurigakan di wilayah tersebut. “Penangkapan dilakukan pada Selasa (15/7/2025) sekitar pukul 00.15 WIB di salah satu rumah di Kp. Tanjung Sawah,” ungkap salah satu polisi dilansir dari analisnews.co.id.
Dalam penggerebekan itu, MS sempat berusaha melakukan perlawanan dan mengancam petugas dengan senjata airsoft gun yang disangka senjata api sungguhan. Beruntung, tim Satresnarkoba Polres Bangka Barat yang dikenal dengan sebutan Tim Hantu, berhasil mengendalikan situasi. “Pria ini mencoba menggunakan airsoft gun sebagai upaya melindungi diri dari petugas,” dilansir bangka.tribunnews.com.
Saat pemeriksaan, polisi menemukan barang bukti berupa sabu-sabu siap edar serta sejumlah butir pil ekstasi yang tersimpan rapi di kediaman pelaku. “Satuan Reserse Narkoba Polres Bangka Barat mengamankan MS alias U (29), warga Kampung Tanjung Sawah, Kelurahan Tanjung, Mentok,”.
Kapolres Bangka Barat menegaskan bahwa hasil penangkapan ini merupakan bukti komitmen pihak kepolisian dalam memerangi peredaran narkoba di wilayah hukum mereka. “Kami tidak akan pernah kompromi terhadap peredaran narkoba, siapa pun pelakunya akan kami tindak tegas,” tegas Kapolres Bangka Barat .
Kasus ini tengah dikembangkan lebih lanjut untuk menelusuri jaringan peredaran narkoba di Bangka Barat dan sekitarnya. Diduga kuat, MS tidak bergerak sendiri dan menjadi bagian dari sindikat yang mengendalikan peredaran sabu dari dalam lembaga pemasyarakatan.
Penangkapan ini pun diapresiasi tokoh masyarakat setempat yang mengaku lega setelah selama ini resah akibat maraknya peredaran narkoba. Harapan mereka, aparat tetap intensif menumpas jaringan narkoba demi mewujudkan lingkungan yang aman dan sehat bagi generasi muda.
