Foto: Detik.com
PONTIANAK INFORMASI, Nasional – Kasus kematian selebgram Lula Lahfah di apartemennya kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, kembali menarik perhatian publik setelah polisi menyebut keberadaan musisi Reza Arap di tempat kejadian perkara (TKP). Menurut Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Iskandarsyah, Reza Arap disebut ada di lokasi saat Lula diberitakan meninggal dunia. Pernyataan ini kemudian menjadi salah satu fokus utama penyidik dalam menggali kronologi kejadian malam itu.
Dilansir dari detikNews, polisi menjelaskan bahwa Reza Arap datang ke apartemen Lula setelah mendapat kabar kekasihnya itu ditemukan tak bernyawa. “Dari satu saksi, dia (Reza Arap) hadir di TKP pada saat diinfokan meninggal. Iya betul (hadir setelah dapat kabar),” kata AKBP Iskandarsyah kepada wartawan, Senin (26/1/2026). Meski demikian, pihak kepolisian masih mendalami secara pasti waktu kedatangan Reza ke lokasi tersebut.
Dalam keterangan yang dikutip Kompas.com, penyidik menyatakan bahwa keberadaan Reza Arap di TKP berasal dari keterangan saksi yang menyebut ia hadir saat Lula dikabarkan meninggal. “Menurut salah satu saksi, dia (Reza) ada di tempat kejadian pada saat (Lula) diberitakan meninggal,” ujar Iskandarsyah. Karena itu, polisi memanggil Reza untuk memberikan klarifikasi sebagai saksi, bukan sebagai tersangka.
Reza Arap akhirnya memenuhi panggilan klarifikasi di Polres Metro Jakarta Selatan pada Senin malam sekitar pukul 23.00 WIB dan baru selesai diperiksa pada pukul 03.46 WIB. Selama pemeriksaan, penyidik menggali kesaksian Reza terkait waktu keberadaannya di apartemen Lula, termasuk apakah ia sempat bertemu atau berkomunikasi dengan korban sebelum ditemukan meninggal. Fokus pemeriksaan, kata polisi, adalah untuk menyelaraskan timeline antara keterangan Reza dengan saksi‑saksi lain.
Hingga kini, polisi belum menemukan tanda‑tanda kekerasan pada tubuh Lula Lahfah saat ditemukan tewas di kamarnya. Diduga kuat kematian Lula berkaitan dengan kondisi kesehatan pascaoperasi batu ginjal dan riwayat asam lambung akut yang sempat membuatnya mengerang kesakitan dini hari sebelum ditemukan tidak bernyawa. Namun, penyidik tetap berhati‑hati dan memastikan tidak ada unsur pidana yang mengakibatkan hilangnya nyawa dalam kasus ini.
Selain Reza Arap, polisi telah memeriksa sejumlah saksi lain, termasuk asisten rumah tangga, petugas apartemen, dokter yang pernah menangani Lula, serta pihak keluarga. Keterangan‑keterangan ini diharapkan dapat memperjelas rangkaian kejadian sejak Lula terakhir kali terlihat hidup hingga ditemukan meninggal. Penyidik juga masih menunggu hasil autopsi dan pemeriksaan laboratorium forensik untuk memastikan penyebab pasti kematian Lula.
Dengan kehadiran Reza Arap di TKP yang masih didalami timeline‑nya, polisi menegaskan bahwa semua kemungkinan akan dijelaskan secara transparan kepada publik. “Kami masih mendalami waktu kejadian di TKP, baik saat kejadian maupun sebelumnya,” kata Iskandarsyah.
