Ilustrasi dollar dan rupiah. (ANTARA)
PONTIANAKINFORMASI.CO.ID, NASIONAL – Nilai tukar rupiah kembali terpukul tajam terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada awal pekan ini. Dalam pembukaan perdagangan Senin pagi (7/4), rupiah anjlok sebesar 251 poin atau melemah 1,51 persen ke level Rp16.904 per dolar AS.
Pelemahan ini merupakan kelanjutan dari tekanan yang mulai terasa sejak pekan lalu. Sebelumnya, pada Rabu (2/4), rupiah sempat melemah ke level Rp16.858 per dolar AS, tergelincir 1,23 persen berdasarkan data Bloomberg Market per pukul 11.00 WIB.
Meski sempat menunjukkan penguatan pada Jumat (5/4) dengan naik 93 poin atau 0,55 persen ke posisi Rp16.653 dari Rp16.746 sehari sebelumnya, tren pelemahan rupiah kembali mendominasi.
Menurut kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia, rupiah sempat berada di posisi Rp16.566 per dolar AS pada perdagangan terakhir sebelum libur Lebaran, Kamis (27/3).
Tekanan terhadap rupiah terjadi di tengah pelemahan mayoritas mata uang Asia terhadap dolar AS. Peso Filipina tercatat turun 0,85 persen, ringgit Malaysia 0,69 persen, baht Thailand 0,42 persen, dan lira Turki 0,08 persen. Hanya sebagian kecil mata uang yang mencatat penguatan seperti dolar Singapura (0,03 persen), dolar Hong Kong (0,06 persen), dan yen Jepang (0,42 persen).
Mata uang negara maju pun tak luput dari pelemahan. Euro melemah 0,04 persen dan dolar Australia turun 0,33 persen. Namun poundsterling Inggris sedikit menguat sebesar 0,01 persen.
Analis mata uang dari Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai pelemahan rupiah kali ini dipengaruhi oleh kuatnya sentimen risk off yang masih mendominasi pasar. “Mata uang emerging market masih mengalami tekanan besar pagi ini,” ungkapnya.
Lukman menjelaskan, pernyataan terbaru dari Menteri Perdagangan AS yang menegaskan bahwa tarif impor tidak akan ditunda, turut memperkuat sentimen negatif pasar. Di sisi lain, eks Presiden AS Donald Trump juga disebut hanya bersedia menyepakati kerja sama dagang dengan China apabila defisit perdagangan bisa diselesaikan.
Dengan mempertimbangkan berbagai tekanan tersebut, Lukman memperkirakan rupiah akan bergerak di kisaran Rp16.750 hingga Rp17.000 per dolar AS dalam waktu dekat.
