Skip to content
Pontianak Informasi

Pontianak Informasi

Barometer Informasi Seputar Pontianak

Primary Menu
  • Home
  • Lokal
  • Kuliner
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Sports
  • Kesehatan
  • Home
  • Nasional
  • Sengketa Tanah Jusuf Kalla di Makassar: Kasus Lama yang Melibatkan Mafia Tanah dan Tiga Pihak Bersengketa
  • Nasional

Sengketa Tanah Jusuf Kalla di Makassar: Kasus Lama yang Melibatkan Mafia Tanah dan Tiga Pihak Bersengketa

Tyo 11/11/2025
Sengketa Tanah Jusuf Kalla di Makassar: Kasus Lama yang Melibatkan Mafia Tanah dan Tiga Pihak Bersengketa

Foto: KOMPAS.com/Tria Sutrisna

PONTIANAK INFORMASI, Nasional – Sengketa tanah seluas 16,4 hektare milik mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) di kawasan Jalan Metro Tanjung Bunga, Kecamatan Tamalate, Makassar, kembali memanas. Kasus ini melibatkan tiga pihak, yakni PT Hadji Kalla, PT Gowa Makassar Tourism Development (GMTD), dan satu pihak lain bernama Mulyono. Sengketa ini telah berlangsung puluhan tahun, namun baru mencuat ke publik belakangan ini.

Menurut keterangan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, pengadilan telah mengeksekusi lahan tersebut tanpa melalui proses constatering atau pemeriksaan lapangan yang semestinya. “Tiba-tiba dieksekusi dan proses eksekusinya itu belum melalui proses constatering,” kata Nusron yang dilansir dari CNBC Indonesia.

Jusuf Kalla sendiri turun langsung ke lokasi untuk meninjau kondisi tanah miliknya yang diduga telah dikuasai pihak lain. JK menegaskan, “Padahal ini tanah saya sendiri yang beli dari Raja Gowa, kita beli dari anak Raja Gowa. Ini (lokasi) kan dulu masuk Gowa ini. Sekarang (masuk) Makassar,” ujarnya. JK menuding adanya praktik mafia tanah dalam upaya penguasaan lahan miliknya.

Kementerian ATR/BPN menyebutkan bahwa sengketa melibatkan dua jenis dasar hak atas tanah yang berbeda. Sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) atas nama PT Hadji Kalla diterbitkan pada 1996 dan berlaku hingga 2036. Sementara itu, PT GMTD memiliki Hak Pengelolaan (HPL) berdasarkan kebijakan pemerintah daerah sejak tahun 1990-an.

Ketegangan ini semakin diperkeruh dengan klaim PT GMTD yang menyatakan eksekusi lahan dilakukan berdasarkan putusan pengadilan yang sudah berkekuatan hukum tetap. Sementara pihak PT Hadji Kalla menegaskan dokumen mereka sah dan menganggap klaim GMTD tidak berdasar.

Kasus ini menjadi sorotan publik karena melibatkan figur nasional dan menunjukkan betapa seriusnya masalah mafia tanah yang mengancam hak milik warga, bahkan tokoh penting negara sekalipun. Jusuf Kalla menyerukan pentingnya memberantas mafia tanah demi melindungi hak masyarakat yang sah.

Sengketa ini belum menunjukkan titik temu, dan pihak berwenang Kementerian ATR/BPN terus melakukan langkah klarifikasi dengan pengadilan terkait prosedur eksekusi yang terjadi. Pemerintah menegaskan komitmen untuk menyelesaikan sengketa ini secara transparan dan adil untuk semua pihak yang bersengketa.

Tags: Jusuf Kalla Kalla Group Mafia tanah Sengketa Tanah

Continue Reading

Previous: Gus Dur, Soeharto, dan Marsinah Resmi Diangkat Sebagai Pahlawan Nasional oleh Presiden Prabowo
Next: Pohon Natal Raksasa Rockefeller Center 2025 Mulai Dipasang di New York

Related Stories

IMG_9753
  • Lokal
  • Nasional

Apresiasi PS Kubu Raya, Sujiwo Serahkan Bonus Rp50 Juta

Editor PI 18/03/2026
Stephanie Meyerson
  • Nasional

Chef Asal Pontianak Stephanie Meyerson Tembus Grand Final MasterChef Indonesia

Editor PI 11/03/2026
bahlil
  • Nasional

Bahlil Minta Warga Tak Panic Buying, Stok BBM Nasional Dipastikan Aman

Editor PI 09/03/2026

Berita Terbaru

  • Bayar Pajak di Pontianak Makin Mudah Melalui Aplikasi e-Ponti 22/04/2026
  • Proyek Jalan Tol Supadio-Kijing, Ria Nosan: Baru Tahap Studi Kelayakan, Lagi Cari Investor 22/04/2026
  • Mengenal Pabayo, Penanda Sakral Suku Dayak Saat Gawai-Buka Lahan 22/04/2026
  • Lepas 73 ASN Pemkot Berhaji, Wako Edi: Jaga Kesehatan dan Fokus Ibadah 22/04/2026
  • WN China Liu Xiaodang Dituntut 3 Tahun Penjara, Kasus Tambang Emas Ilegal di Ketapang 22/04/2026
  • Mantan Karyawan di Kapuas Hulu Curi Kratom Hampir 1 Ton, Bobol Gudang Saat Bos Lebaran ke Pontianak 22/04/2026

Pemkot

Categories

Baca Berita Lainnya

IMG_2360
  • Lokal
  • News

Bayar Pajak di Pontianak Makin Mudah Melalui Aplikasi e-Ponti

Editor PI 22/04/2026
36a2a82e-cd08-432b-a146-9365f1532ce4
  • Lokal
  • News

Proyek Jalan Tol Supadio-Kijing, Ria Nosan: Baru Tahap Studi Kelayakan, Lagi Cari Investor

Editor PI 22/04/2026
IMG_2322
  • Lokal
  • News

Mengenal Pabayo, Penanda Sakral Suku Dayak Saat Gawai-Buka Lahan

Editor PI 22/04/2026
8f82d752-c91b-4f04-a8d3-87d879e9cd73
  • Lokal
  • News

Lepas 73 ASN Pemkot Berhaji, Wako Edi: Jaga Kesehatan dan Fokus Ibadah

Editor PI 22/04/2026

Pontianak Informasi merupakan barometer informasi seputar Kota Pontianak yang berdiri sejak tahun 2005. Pontianak Informasi akrab dikenal oleh masyarakat Kota Pontianak dengan sebutan PI. Kanal informasi ini juga bagian dari PIFA MEDIA NETWORK.

  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Presiden Prabowo Instruksikan Pengaktifan Kembali Pengecer Gas LPG 3 Kg
  • Tentang PI
  • Kontak dan Iklan
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • PIFA Media Network
  • Tentang PI
  • Kontak dan Iklan
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • PIFA Media Network
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.