Skip to content
Pontianak Informasi

Pontianak Informasi

Barometer Informasi Seputar Pontianak

Primary Menu
  • Home
  • Lokal
  • Kuliner
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Sports
  • Kesehatan
  • Home
  • Nasional
  • Tragedi Bocah 12 Tahun Sukabumi: Luka Bakar Sekujur Tubuh Picu Dugaan Penganiayaan Keluarga
  • Nasional

Tragedi Bocah 12 Tahun Sukabumi: Luka Bakar Sekujur Tubuh Picu Dugaan Penganiayaan Keluarga

Tyo 21/02/2026
Tragedi Bocah 12 Tahun Sukabumi: Luka Bakar Sekujur Tubuh Picu Dugaan Penganiayaan Keluarga

Foto: Ilustrasi/Getty Images

PONTIANAK INFORMASI, Jabar – Seorang bocah laki-laki berusia 12 tahun berinisial NS dari Desa Bojongsari, Kecamatan Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, tewas dalam kondisi tragis dengan luka bakar dan lebam di sekujur tubuhnya. Kejadian ini menjadi sorotan publik setelah jenazah korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan, memicu dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Kasus ini viral di media sosial dan memicu kecaman luas dari masyarakat.

Dilansir dari detik.com, Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat II Setukpa Lemdiklat Polri Sukabumi, Kombes Carles Siagian, menjelaskan bahwa autopsi dilakukan pada Jumat (20/2/2026). “Kami dari RS Bhayangkara Tingkat II Kota Sukabumi menerima laporan dari Polres Sukabumi pada Kamis malam. Jenazah kami terima pada Jumat dini hari, dan hari ini dokter forensik melakukan autopsi,” kata Carles kepada awak media, Jumat (20/2/2026). Hasil pemeriksaan awal mengungkap luka bakar di anggota gerak, kaki kiri, punggung, bibir, dan hidung korban.
​
Temuan autopsi semakin mencengangkan karena luka bakar tersebar hampir di seluruh tubuh NS, termasuk lengan, paha, dan tangan. “Ditemukan anak usia 12 tahun dengan luka bakar di anggota gerak, di kaki kiri, kemudian ada beberapa luka juga di punggung. Luka bakar juga ada di area bibir dan hidung yang diduga karena panas,” ujar Carles. Meski begitu, pihak medis belum bisa memastikan apakah luka tersebut berasal dari penganiayaan atau paparan panas tidak sengaja.

Carles menegaskan bahwa tidak ada tanda kekerasan tumpul pada tubuh korban. “Untuk kekerasan tumpul tidak ada,” tegasnya. Luka di bibir atas dan dekat hidung diduga luka lama, yang sulit dipastikan penyebabnya. Korban sempat dirawat di IGD sebelum dipindah ke ICU, dan meninggal hanya dalam 48 jam setelah kondisinya memburuk.

Kasat Reskrim Polres Sukabumi, AKP Hartono, mengonfirmasi penyelidikan dugaan KDRT. “Pagi ini mau otopsi untuk dugaan terhadap narasi (KDRT) tersebut. Kami masih menunggu hasil otopsi,” jelas Hartono pada Jumat (20/2/2026) pagi. Polisi telah turun ke lokasi untuk mengumpulkan keterangan saksi dan bukti.

Informasi dari ayah kandung korban mengungkap riwayat kelam, di mana ibu tiri pernah melakukan KDRT pada 2025. Kematian NS diduga terkait penyiksaan berulang, termasuk kemungkinan disiram air panas dan disuruh minum air panas, yang menyebabkan paru-paru membengkak. Keluarga dan warga desa dikejutkan oleh peristiwa ini, karena NS dikenal sebagai anak biasa yang membantu orang tua.

Tags: Bocah 12 Tahun

Continue Reading

Previous: Selama Bulan Ramadan, CDF di Jalan Ahmad Yani Pontianak Ditiadakan
Next: Warga Pulomas Jakarta Timur Pasang Spanduk Merah, Tolak Keras Lapangan Padel yang Ganggu Ketenangan

Related Stories

Lamine Yamal. Reuters
  • Nasional

Lamine Yamal Muncul di Drone Iran yang Menargetkan Pangkalan Militer AS

Editor PI 24/07/2026
Prabowo
  • Nasional

Prabowo Yakin PDIP Akan Bersama Pemerintah Membela Bangsa

Editor PI 24/07/2026
Presiden Prabowo
  • Nasional

Prabowo Dijadwalkan Buka Kongres Umat Islam Indonesia VIII Sore Ini

Editor PI 24/07/2026

Berita Terbaru

  • Kualitas Udara di Pontianak Tidak Sehat, Sekolah TK-SMP Belajar Daring di Rumah 10/08/2026
  • Kasus ISPA di Pontianak Naik 5 Persen sejak Kabut Asap Karhutla, Puskesmas Siaga Oksigen Gratis 10/08/2026
  • 13 Buaya Hasil Konflik dengan Warga yang Ditampung di Balai PK Pontianak, Ada Berukuran 4,5 Meter 10/08/2026
  • Orangutan ‘Wak’ Dipindahkan ke Habitat Aman usai Terjebak di Area Terdampak Karhutla di Ketapang 10/08/2026
  • 1.286 Telur Penyu Ditemukan di Sambas, Sebagian Masih Berpeluang Menetas 10/08/2026
  • Tren Gowes Sore Hari Ramai Diminati Warga Pontianak 10/08/2026

Pemkot

Categories

Baca Berita Lainnya

IMG_4690
  • Lokal
  • News

Kualitas Udara di Pontianak Tidak Sehat, Sekolah TK-SMP Belajar Daring di Rumah

Editor PI 10/08/2026
IMG_4650
  • Lokal
  • News

Kasus ISPA di Pontianak Naik 5 Persen sejak Kabut Asap Karhutla, Puskesmas Siaga Oksigen Gratis

Editor PI 10/08/2026
IMG_4604
  • Lokal
  • News

13 Buaya Hasil Konflik dengan Warga yang Ditampung di Balai PK Pontianak, Ada Berukuran 4,5 Meter

Editor PI 10/08/2026
06417b64-61fe-4bf1-82f6-c8b595b53548
  • Lokal
  • News

Orangutan ‘Wak’ Dipindahkan ke Habitat Aman usai Terjebak di Area Terdampak Karhutla di Ketapang

Editor PI 10/08/2026

Pontianak Informasi merupakan barometer informasi seputar Kota Pontianak yang berdiri sejak tahun 2005. Pontianak Informasi akrab dikenal oleh masyarakat Kota Pontianak dengan sebutan PI. Kanal informasi ini juga bagian dari PIFA MEDIA NETWORK.

  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Presiden Prabowo Instruksikan Pengaktifan Kembali Pengecer Gas LPG 3 Kg
  • Tentang PI
  • Kontak dan Iklan
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • PIFA Media Network
  • Tentang PI
  • Kontak dan Iklan
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • PIFA Media Network
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.