Foto: Detik.com
PONTIANAK INFORMASI, Jakarta – Warga RT 05 RW 13 Kelurahan Kayu Putih, Pulomas, Jakarta Timur, semakin vokal menolak keberadaan lapangan padel di tengah permukiman mereka. Mereka memasang spanduk protes berwarna merah di pagar dan ruas jalan untuk menuntut lingkungan kembali tenang. Protes ini mencuat karena kebisingan yang mengganggu sejak lapangan beroperasi pada November 2024.
Dilansir dari detik.com, pantauan di lokasi pada Sabtu (21/2/2026) menunjukkan spanduk dengan tulisan “Kami Menolak Lapangan Padel Berada Di Lingkungan RW 013”. “Kami menuntut lingkungan kami kembali tenang dan damai,” lanjut tulisan spanduk itu. Situasi sekitar lapangan tampak sepi, dengan parkiran hampir kosong.
Keluhan utama warga adalah suara bola dipukul dan teriakan pemain yang terdengar dari pagi hingga malam. “Kalau siang mungkin masih bisa ditoleransi, tapi kalau sampai malam itu yang bikin terganggu. Apalagi ini dekat rumah-rumah kan, dan kendaraan yang ke sana banyak terus suka ngebut,” ujar salah seorang warga saat ditemui di lokasi.
Lapangan padel ini awalnya dikira fasilitas tenis pribadi milik seorang warga baru. “Di sini kan perumahan, ada dua rumah dibongkar sama dia, terus diratain, terus dibangun lapangan. Nah tadi warganya mikirnya itu buat lapangan tenis pribadi, karena kan rumahnya di belakang lapangan tenis itu. Jadi warga mikirnya ya itu buat pribadi, jadi enggak masalah,” ucap seorang warga.
Kebisingan bukan satu-satunya masalah; lalu lintas mobil hingga 100-150 unit per hari sering ngebut, membahayakan anak-anak yang bermain di jalan. Warga khawatir suasana perumahan yang dulu tenang kini berubah gaduh. “Berisiknya tuh ya ada teriakan-teriakan pemain-pemain padel, suara pukulan bolanya itu,” tambah warga.
Upaya hukum warga sudah mencapai Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN), yang mengabulkan gugatan pencabutan izin tapi kini dibandingi. Dugaan manipulasi tanda tangan persetujuan tetangga juga muncul, karena izin PBG diduga diperoleh curang via layanan JAKI. Mediasi dengan pengelola belum memuaskan. “Terkait mediasi kemarin, sejujurnya hasilnya belum sepenuhnya memuaskan bagi kami selaku warga terdampak,” kata Naufal (27).
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menjanjikan pengawasan ketat dan langkah tegas. “Jadi secara khusus saya sudah meminta kepada dinas terkait yang melakukan pengawasan di lapangan urusan padel ini,” ujar Pramono kepada wartawan di Taman Semanggi, Jakarta Selatan, pada Jumat (20/2). Kasus serupa juga terjadi di Cilandak, menunjukkan isu lapangan padel jadi perhatian luas di Jakarta.
