PONTIANAK INFORMASI – Antrean kendaraan mengular di sejumlah SPBU di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, dalam beberapa hari terakhir. Warga rela menunggu hingga berjam-jam demi mendapatkan BBM jenis Pertalite yang mulai sulit ditemukan.
Pantauan di sejumlah SPBU pada Selasa (21/7), antrean sepeda motor dan mobil memanjang hingga ke badan jalan. Lonjakan antrean terjadi sejak pagi akibat meningkatnya permintaan di tengah terbatasnya pasokan BBM.
Kelangkaan juga mulai dirasakan di tingkat pengecer. Warga mengaku Pertalite nyaris tidak tersedia. Jika pun ada, yang dijual umumnya hanya Pertamax dengan harga berkisar Rp18 ribu hingga Rp20 ribu per liter.
Salah seorang warga, Fais (23), mengatakan dirinya harus mengantre hampir dua jam untuk bisa mengisi Pertalite di salah satu SPBU di Kota Ketapang.
“Saya antre hampir dua jam baru bisa isi. Kalau tidak antre, tidak dapat sama sekali. Mau beli eceran juga mahal sekali,” ujarnya.
Menurut Fais, kondisi tersebut cukup mengganggu aktivitas sehari-hari karena kendaraan menjadi kebutuhan utama untuk bekerja dan beraktivitas. Ia berharap pemerintah segera mengambil langkah agar distribusi BBM kembali normal.
“Kami minta pemerintah cepat mengatasi ini. Jangan sampai kondisi seperti ini terus berlanjut karena sangat menyulitkan masyarakat kecil,” katanya.
Seorang petugas SPBU yang enggan disebutkan namanya mengatakan antrean panjang dipicu meningkatnya pembelian masyarakat secara bersamaan, sementara pasokan BBM yang diterima masih terbatas.
“Permintaan memang meningkat tajam beberapa hari ini, sedangkan pasokan terbatas. Itu yang membuat antrean jadi panjang,” ujarnya.
Hingga kini belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai penyebab terbatasnya pasokan BBM di Ketapang. Sementara itu, masyarakat berharap distribusi segera kembali normal agar aktivitas mereka tidak terus terganggu.
