Skip to content
Pontianak Informasi

Pontianak Informasi

Barometer Informasi Seputar Pontianak

Primary Menu
  • Home
  • Lokal
  • Kuliner
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Sports
  • Kesehatan
  • Home
  • News
  • BP3MI Kalbar Fasilitasi Pemulangan PMI Ilegal Asal NTT yang Disiksa Agensi Malaysia
  • Lokal
  • News

BP3MI Kalbar Fasilitasi Pemulangan PMI Ilegal Asal NTT yang Disiksa Agensi Malaysia

Editor PI 07/08/2025
IMG_7780

{"pictureId":"148C90A7-F6B1-4715-83BD-E8DC25495CC0","exportType":"image_export","data":{},"source_type":"vicut","tiktok_developers_3p_anchor_params":"{"capability_name":"retouch_edit_tool","picture_template_id":"","client_key":"aw889s25wozf8s7e","source_type":"vicut"}","editType":"image_edit"}

PIFA, Lokal – Balai Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Kalimantan Barat memfasilitasi pemulangan seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) nonprosedural bernama EN, asal Nusa Tenggara Timur (NTT), yang menjadi korban kekerasan oleh pihak agensi di Malaysia. Pemulangan dilakukan pada Rabu, (6/8/25).

Berdasarkan informasi yang diperoleh, EN mulai bekerja di Malaysia sejak Mei 2025 sebagai Pekerja Rumah Tangga (PLRT) melalui agensi bernama Paramesa Sdn. Bhd. yang berlokasi di Kuching, Sarawak. Ia masuk ke Malaysia secara nonprosedural atau melalui jalur tidak resmi.

Kepala BP3MI Kalbar, Kombes Pol Ahmad Fadlin, melalui Ketua Tim Layanan Pelindungan BP3MI Kalbar, Sutan A.R. Harahap, mengatakan korban sempat bekerja dengan dua majikan dan diperlakukan dengan baik. Namun dirinya justru mengalami kekerasan dari pihak agensi.

“Setelah bekerja selama sekitar tiga bulan, korban jatuh sakit dan meminta untuk dipulangkan. Namun, bukannya dikirim kembali ke keluarganya, ia malah dikembalikan ke pihak agensi yang kembali memperlakukannya secara tidak manusiawi,”ungkap Sutan, saat ditemui dikantor, Rabu (6/8/25).

Sutan mengungkapkan, dari informasi korban mengaku mengalami penyiksaan yakni penyiraman dan kekerasan fisik lainnya, serta tidak menerima gaji secara penuh. Ia bahkan mendapat tuntutan ganti rugi sepihak dari agensi.

Melihat kondisi kesehatannya yang terus menurun, korban akhirnya dipulangkan ke Indonesia menggunakan taksi sewaan dari Kuching menuju Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat, melalui jalur hutan yang juga tidak resmi.

“Berdasarkan keterangan korban, yang bersangkutan dipulangkan melalui jalur hutan dan sempat ditolong masyarakat di sana, lalu dibawa ke fasilitas kesehatan,” tambahnya.

Sutan menyebutkan, setibanya di Sambas, kondisi korban semakin memburuk hingga sempat mengalami koma.

“Ia kemudian dilarikan ke RSUD Sambas, sebelum dirujuk ke RSUD Dr. Soedarso Pontianak untuk mendapat perawatan intensif,” sebutnya.

Hasil pemeriksaan medis menunjukkan bahwa Elvy mengalami gejala penyakit jantung serta trauma ringan yang diduga kuat sebagai akibat dari kekerasan yang dialaminya selama berada di bawah perlakuan pihak agensi.

BP3MI Kalbar menegaskan bahwa korban adalah PMI nonprosedural yang masuk ke Malaysia tanpa melalui jalur penempatan resmi pemerintah.

“Korban masuk ke Malaysia melalui jalur tidak resmi. Pada saat bulan Mei, agency menempatkan korban di dua majikan. Untuk majikan, informasi dari korban menyebutkan bahwa ia diperlakukan dengan baik, namun pihak agency yang memberikan perlakuan kurang manusiawi,” tegas Sutan.

Pihak BP3MI Kalbar mengimbau seluruh masyarakat untuk tidak tergiur dengan janji manis para perekrut ilegal dan menempuh jalur resmi jika ingin bekerja ke luar negeri. Selain menjamin hak-hak pekerja, jalur resmi juga memberikan perlindungan hukum dan keselamatan kerja yang lebih kuat bagi PMI.

Tags: BP3MI Kalbar perdagangan orang TPPO

Continue Reading

Previous: Polda Kalbar Ungkap 40 Kasus PETI, Sita 33,71 Kg Emas dari 26 TKP
Next: Ditreskrimsus Polda Kalbar Tangkap Satu Pria di Singkawang Jual 445 Liter Solar Subsidi ke Tambang Emas Ilegal

Related Stories

91ed9ec4-4156-4ab1-8dbc-006a90239261
  • Lokal
  • News

Satpol PP Pontianak Amankan 4 Anak Berkeliaran Saat Jam Malam di Kawasan Ambalat

Editor PI 04/06/2026
IMG_6797
  • Lokal
  • News

1 Ringgit Tembus Rp4.500, Warga Malaysia Ramai Berbelanja di Kalbar

Editor PI 04/06/2026
IMG_6716
  • Lokal
  • News

Harga TBS Sawit Terjun Bebas, Ria Norsan Janji Upayakan Kembali Normal

Editor PI 03/06/2026

Berita Terbaru

  • Satpol PP Pontianak Amankan 4 Anak Berkeliaran Saat Jam Malam di Kawasan Ambalat 04/06/2026
  • 1 Ringgit Tembus Rp4.500, Warga Malaysia Ramai Berbelanja di Kalbar 04/06/2026
  • Harga TBS Sawit Terjun Bebas, Ria Norsan Janji Upayakan Kembali Normal 03/06/2026
  • PKN II Nasional Digelar di Kalbar, Norsan: Momentum Kenalkan Potensi Daerah 03/06/2026
  • Kalbar Bersiap Jadi Tuan Rumah PKN II Nasional 2026, BPSDM Matangkan Persiapan 03/06/2026
  • Ria Norsan Buka Orientasi 1.419 PPPK Kalbar, Minta ASN Adaptif dan Profesional 03/06/2026

Pemkot

Categories

Baca Berita Lainnya

91ed9ec4-4156-4ab1-8dbc-006a90239261
  • Lokal
  • News

Satpol PP Pontianak Amankan 4 Anak Berkeliaran Saat Jam Malam di Kawasan Ambalat

Editor PI 04/06/2026
IMG_6797
  • Lokal
  • News

1 Ringgit Tembus Rp4.500, Warga Malaysia Ramai Berbelanja di Kalbar

Editor PI 04/06/2026
IMG_6716
  • Lokal
  • News

Harga TBS Sawit Terjun Bebas, Ria Norsan Janji Upayakan Kembali Normal

Editor PI 03/06/2026
IMG_6706
  • Lokal
  • News

PKN II Nasional Digelar di Kalbar, Norsan: Momentum Kenalkan Potensi Daerah

Editor PI 03/06/2026

Pontianak Informasi merupakan barometer informasi seputar Kota Pontianak yang berdiri sejak tahun 2005. Pontianak Informasi akrab dikenal oleh masyarakat Kota Pontianak dengan sebutan PI. Kanal informasi ini juga bagian dari PIFA MEDIA NETWORK.

  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Presiden Prabowo Instruksikan Pengaktifan Kembali Pengecer Gas LPG 3 Kg
  • Tentang PI
  • Kontak dan Iklan
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • PIFA Media Network
  • Tentang PI
  • Kontak dan Iklan
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • PIFA Media Network
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.