PONTIANAK INFORMASI – Bupati Kubu Raya Sujiwo menegaskan bahwa persatuan dan kesatuan merupakan modal utama dalam membangun daerah. Menurutnya, kekayaan sumber daya alam dan besarnya anggaran tidak akan berarti apabila persatuan di tengah masyarakat terganggu.
Hal itu disampaikan Sujiwo saat menghadiri Dialog Kebangsaan dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1448 Hijriah di Aula Praja Utama Kantor Bupati Kubu Raya, Senin (22/6).
“Banyak negara kaya sumber daya alam, kekayaan, anggaran. Tetapi ketika persatuan dan kesatuan terganggu, maka anggaran itu menjadi tidak terlalu bermakna,” kata Sujiwo.
Ia menjelaskan, Kabupaten Kubu Raya merupakan daerah yang dihuni masyarakat multietnis dan multiagama. Selain enam agama yang diakui negara, terdapat lebih dari 20 etnis yang hidup berdampingan di wilayah tersebut.
Karena itu, Sujiwo menegaskan pemerintah daerah hanya berpegang pada dua prinsip utama, yakni merangkul seluruh elemen masyarakat dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Pemerintah ini alirannya hanya dua, yaitu merangkul dan NKRI. Pemerintah tidak pernah mengenal aliran apa saja. Alirannya adalah merangkul dan NKRI. Maka semua kegiatan yang bisa memperkuat merangkul, semua kegiatan yang bisa menyatukan NKRI,” tegasnya.
Di akhir sambutannya, Sujiwo mengajak seluruh aparatur sipil negara (ASN) untuk menjalankan tugas sebagai abdi negara dan pelayan masyarakat dengan sebaik-baiknya.
Menurutnya, semangat pengabdian harus menjadi landasan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Supaya ketika kita melaksanakan pengabdian kita sebagai abdi negara, melaksanakan pelayanan kita sebagai pelayan rakyat dapat dilakukan dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.
Sujiwo juga menyampaikan apresiasi kepada Wakil Bupati Kubu Raya dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang hadir dalam kegiatan tersebut.
Ia berharap semangat kebersamaan dan persatuan terus dijaga demi mendukung pembangunan dan menjaga kondusivitas di Kabupaten Kubu Raya.
