PONTIANAK INFORMASI – Satuan Reserse Kriminal Polres Kapuas Hulu tengah melakukan penyidikan intensif atas peristiwa dugaan penyalahgunaan senjata api rakitan yang menyebabkan seorang warga berinisial AI (55) meninggal dunia. Insiden tersebut terjadi di lahan perkebunan kelapa sawit Dusun Ukit-Ukit, Desa Labian, Kecamatan Batang Lupar, Rabu (31/12/2025).
Kapolres Kapuas Hulu Roberto Aprianto Uda melalui Kasat Reskrim Sihar Binardi Siahaan menjelaskan, berdasarkan penyelidikan awal, peristiwa bermula ketika terlapor EB (64) sedang memeriksa jerat babi di lokasi kejadian. Di tempat tersebut, terlapor bertemu korban AI yang juga tengah berburu.
“Terlapor sempat memberikan teguran agar korban berhati-hati karena adanya 17 titik jerat babi yang terpasang di area tersebut,” ujar AKP Sihar, Minggu (2/1/2026).
Teguran itu diduga memicu perselisihan. Berdasarkan keterangan saksi dan pemeriksaan sementara, korban disebut emosi dan sempat mendorong terlapor. Dalam situasi tersebut, senjata api rakitan jenis “patah” milik terlapor terlepas. Senjata itu kemudian diambil korban dan dipukulkan ke batang pohon sawit.
“Nahas, benturan tersebut menyebabkan senjata api meledak dan mengenai paha sebelah kiri korban,” ungkapnya.
Korban sempat dievakuasi warga ke Puskesmas Batang Lupar. Karena kondisinya kritis, korban dirujuk ke RS Putussibau, namun dinyatakan meninggal dunia dalam perjalanan sekitar pukul 18.00 WIB.
Kasat Reskrim menambahkan, kepolisian telah mengamankan terlapor EB untuk kepentingan proses hukum, serta menyita barang bukti berupa dua pucuk senjata api rakitan jenis “patah” dari lokasi kejadian.
“Perkara ini dipersangkakan dengan Pasal 1 UU Darurat RI Nomor 12 Tahun 1951 terkait kepemilikan senjata api ilegal, dan/atau Pasal 474 UU RI Nomor 1 Tahun 2023 tentang kealpaan yang menyebabkan orang lain meninggal dunia,” jelasnya.
Polres Kapuas Hulu mengimbau masyarakat, khususnya di wilayah Batang Lupar, agar tetap tenang dan menyerahkan penanganan perkara sepenuhnya kepada pihak kepolisian. Warga juga diminta tidak terprovokasi isu yang belum tentu kebenarannya.
“Kami mengingatkan keras agar masyarakat tidak memiliki, menyimpan, atau menggunakan senjata api rakitan karena melanggar hukum dan sangat membahayakan keselamatan,” tegasnya.
