Skip to content
Pontianak Informasi

Pontianak Informasi

Barometer Informasi Seputar Pontianak

Primary Menu
  • Home
  • Lokal
  • Kuliner
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi
  • Sports
  • Kesehatan
  • Home
  • News
  • DPRD Kalbar dan Gubernur Optimis Smalter Pulau Penebang Dongkrak Ekonomi Buka Lapangan Kerja
  • Lokal
  • News

DPRD Kalbar dan Gubernur Optimis Smalter Pulau Penebang Dongkrak Ekonomi Buka Lapangan Kerja

Editor PI 05/11/2025
IMG_4720

Dokter perusahaan dalam Program DIB Care bersama tenaga Kesehatan Puskesmas Pelapis memeriksa kesehatan masyarakat di Dusun Raya, Pelapis, Kayong Utara secara gratis. DIB selaku pengelola Kawasan Industri Pulau Penebang (KIPP) merupakan gambaran investasi yang berdampak positif bagi perekonomian daerah dan kesejahteraan masyarakat. (Istimewa)

PONTIANAK INFORMASI – Kayong Utara bersiap berkembang menjadi daerah maju. Smelter pengolahan bauksit segera berdiri di Pulau Penebang. Proyek Strategis Nasional (PSN) di Pulau Penebang resmi ditetapkan dalam Peraturan Presiden Nomor 12 Tahun 2025 tentang RPJMN 2025– 2029, yang diperkuat lewat Peraturan Menko Perekonomian Nomor 16 Tahun 2025.

Berlokasi di Pulau Penebang, sebuah pulau yang jauh dari pemukiman warga dan secara administrasi merupakan bagian dari Desa Pelapis, Kecamatan Kepulauan Karimata, Kabupaten Kayong Utara.

Keberadaan PSN ini diyakini bakal jadi episentrum ekonomi baru di selatan Kalbar. Kini, PSN yang dibangun oleh PT Dharma Inti Bersama (DIB) bersiap jadi pusat industri besar di selatan Kalbar.

Ketua DPRD Kalbar Aloysius optimis smelter yang mulai dibangun akan jadi mesin pertumbuhan ekonomi daerah.

“Investasi besar seperti ini pasti berdampak luas. Ekonomi tumbuh, lapangan kerja terbuka,” ujarnya, Senin (27/10/2025).

Saat ini, pertumbuhan ekonomi Kalbar di angka 5,59 persen. Peringkat ketujuh nasional. Dengan hadirnya smelter, Kayong Utara berpeluang jadi episentrum ekonomi baru di pesisir selatan.

Nilai Tambah dan Kemandirian

Bagi Aloysius, pembangunan smelter di Pulau Penebang bukan sekadar proyek fisik, tapi simbol hilirisasi nyata.

“Bauksit tak lagi dijual mentah. Diolah di sini, nilai tambahnya untuk daerah,” tegasnya.

Dengan industri pengolahan di dalam negeri, Kalbar tak hanya mengekspor bahan mentah. Industri pendukung tumbuh, pendapatan daerah meningkat, dan tenaga kerja terserap. Namun, Aloysius menegaskan satu hal: tenaga kerja lokal harus jadi prioritas.

“Masyarakat Kalbar mampu. Jangan semua pekerja dari luar,” katanya.

Ia menilai warga lokal cukup kompeten di bidang umum dan pendukung. Hanya untuk sektor teknis tertentu, tenaga luar bisa diambil.

Selain itu, ia menyoroti pentingnya infrastruktur pendukung: jalan, pelabuhan, hingga fasilitas dasar. Semua harus siap agar proyek berjalan lancar dan memberi efek berganda.

“DPRD akan mengawal penuh proyek ini,” tegasnya.

Momentum Kebangkitan Ekonomi Kalbar

Gubernur Kalbar Ria Norsan menyebut pembangunan smelter di Pulau Penebang sebagai momentum besar kebangkitan ekonomi kepulauan.

“Ini pusat pertumbuhan ekonomi baru bagi Kalbar,” ujarnya.

Pemprov, kata Norsan, mendukung penuh kebijakan Presiden Prabowo dalam mempercepat realisasi PSN tersebut.

“Smelter ini sejalan dengan visi Kalbar: pemerataan ekonomi, peningkatan kesejahteraan, dan kemandirian industri,” katanya.

Pemerintah juga tengah menyiapkan akses laut, jaringan listrik, dan komunikasi. Perguruan tinggi lokal ikut dilibatkan untuk menyiapkan tenaga kerja terampil, agar masyarakat sekitar bisa terlibat langsung.

“Kita ingin masyarakat lokal jadi pelaku utama, bukan penonton,” tegas Norsan.

Ia optimistis, Pulau Penebang akan tumbuh menjadi kawasan industri modern, hijau, dan inklusif.

“Kita sedang menuju babak baru. Pulau Penebang akan jadi simbol kemajuan itu,”ucapnya.

 

Efek Domino Ekonomi

Pengamat ekonomi Universitas Tanjungpura, Andy Kuriniawan Bong, menilai proyek smelter bisa jadi penggerak ekonomi rakyat.

“Kalau industri tumbuh, ekonomi berputar. Lapangan kerja terbuka. PDRB naik,” ujarnya.

Dampaknya merembet ke banyak sektor: transportasi, logistik, perhotelan, rumah makan, hingga bahan bangunan. UMKM lokal juga berpeluang besar ikut dalam rantai pasok: dari penyedia bahan baku, transportasi, hingga konsumsi pekerja.

“Kalau sinerginya kuat, manfaatnya tak berhenti di industri besar,” tambahnya.

Namun, Andy mengingatkan: smelter adalah industri modern. Membutuhkan pekerja yang terampil.

“Karena itu, anak-anak daerah harus disiapkan dari sekarang. Sesuaikan pendidikan vokasi dengan kebutuhan industri. Jangan kalah di kandang sendiri,” pesannya.

Ia juga mekankan, pemerintah perlu memetakan kebutuhan tenaga kerja sejak dini dan menyiapkan pelatihan. Tanpa itu, peluang kerja bisa direbut pendatang. Smelter Pulau Penebang bukan sekadar investasi. Ia adalah ujian besar bagi Kalimantan Barat. Apakah Kalbar siap naik kelas?

Jika dikelola baik, Pulau Penebang bisa menjelma menjadi simbol kebangkitan ekonomi Kalbar. Kuncinya: pembanguna harus tumbuh bersama kesejahteraan masyarakat.

Tags: DPRD Kalbar Ekonomi Kalbar Smalter Pulau Penebang

Continue Reading

Previous: Timnas Indonesia U-17 Siap Hadapi Zambia di Piala Dunia U-17 2025, Optimisme Tinggi untuk Langkah Sejarah
Next: Tragedi di Prambanan: KA Bangunkarta Tabrak Mobil dan Motor, Tiga Orang Tewas

Related Stories

IMG_2254
  • News

Harga LPG Non-Subsidi di Pontianak Naik, DPRD Kalbar Minta Stok Dijaga

Editor PI 23/04/2026
8b51248c-78ba-4acc-a6ed-d4d69d5cc076
  • Lokal
  • News

Pontianak Tuan Rumah Rakor APEKSI se-Kalimantan 2026

Editor PI 23/04/2026
be20164a-7548-44a4-b788-bad228fb3d81
  • Lokal
  • News

Dorong Pemerataan Pendidikan hingga Desa, Pemprov Kalbar Luncurkan Desa Sakti

Editor PI 23/04/2026

Berita Terbaru

  • NasDem Dukung Usulan KPK: Capres dari Kaderisasi Partai Dinilai Perkuat Loyalitas 23/04/2026
  • Golkar: Capres-Cawapres Tak Harus dari Kader Partai, Semua Tokoh Terbaik Perlu Diberi Ruang 23/04/2026
  • PAN: Masa Jabatan Ketum Parpol Sebaiknya Diatur Internal, KPK Diminta Fokus Penegakan Hukum 23/04/2026
  • Harga LPG Non-Subsidi di Pontianak Naik, DPRD Kalbar Minta Stok Dijaga 23/04/2026
  • Pontianak Tuan Rumah Rakor APEKSI se-Kalimantan 2026 23/04/2026
  • Dorong Pemerataan Pendidikan hingga Desa, Pemprov Kalbar Luncurkan Desa Sakti 23/04/2026

Pemkot

Categories

Baca Berita Lainnya

Anggota Komisi IX DPR RI Irma Suryani Chaniago di kompleks parlemen, Jakarta, Kamis (27/11/2025).
  • Politik

NasDem Dukung Usulan KPK: Capres dari Kaderisasi Partai Dinilai Perkuat Loyalitas

Editor PI 23/04/2026
Sekretaris Jenderal Partai Golkar sekaligus Anggota Komisi VI DPR RI Muhammad Sarmuji.
  • Politik

Golkar: Capres-Cawapres Tak Harus dari Kader Partai, Semua Tokoh Terbaik Perlu Diberi Ruang

Editor PI 23/04/2026
Ketua Komisi VII DPR RI Saleh Partaonan Daulay
  • Politik

PAN: Masa Jabatan Ketum Parpol Sebaiknya Diatur Internal, KPK Diminta Fokus Penegakan Hukum

Editor PI 23/04/2026
IMG_2254
  • News

Harga LPG Non-Subsidi di Pontianak Naik, DPRD Kalbar Minta Stok Dijaga

Editor PI 23/04/2026

Pontianak Informasi merupakan barometer informasi seputar Kota Pontianak yang berdiri sejak tahun 2005. Pontianak Informasi akrab dikenal oleh masyarakat Kota Pontianak dengan sebutan PI. Kanal informasi ini juga bagian dari PIFA MEDIA NETWORK.

  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • Presiden Prabowo Instruksikan Pengaktifan Kembali Pengecer Gas LPG 3 Kg
  • Tentang PI
  • Kontak dan Iklan
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • PIFA Media Network
  • Tentang PI
  • Kontak dan Iklan
  • Kebijakan Privasi
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Pedoman Media Siber
  • PIFA Media Network
Copyright © All rights reserved. | MoreNews by AF themes.